Pengunjuk rasa turun kembali ke Bangkok

Para pengunjuk rasa penentang pemerintah Thailand kembali turun ke jalan-jalan di ibukota Bangkok walau jumlahnya jauh lebih kecil dari sebelumnya.
Mereka meneruskan aksi menuntut mundurnya Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, yang dimulai beberapa pekan lalu dan terhenti saat peringatan HUT Raja Bhumibol Adulyadej, hari Kamis 5 Desember.
Para pemimpin oposisi mengatakan unjuk rasa Kamis (19/12) ini sebagai pemanasan untuk aksi besar-besaran pada hari Minggu.
PM Yingluck sudah mengatakan akan membuarkan parlemen dan menggelar <link type="page"><caption> pemilihan umum dini pada awal</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131209_thailand_seruan_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Februari 2014.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131209_thailand_seruan_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link>
Namun kubu oposisi tetap mendesak dia mundur karena menganggap pemerintahannya didalangi oleh abangnya, Tahksin Shinawatra, yang mengasingkan diri ke luar negeri setelah digulingkan militer <link type="page"><caption> Thailand</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/thailand/" platform="highweb"/></link> tahun 2006.
Ribuan orang yang turun ke jalan hari ini jauh lebih kecil dari jumlah sebelumnya pada awal bulan ini.

Pemimpin pengunjuk rasa, Suthep Thaugsuban -yang pernah menjabat wakil perdana menteri- menuntut agar dibentuk satu 'dewan rakyat' untuk menjalankan reformasi politik dan ekonomi sebelum pemilu dini digelar.





