Relevansi Ketua Mao di Cina modern

Mao Zedong
Keterangan gambar, Seorang turis lokal berfoto di depan foto Mao Zedong di Lapangan Tiananmen, Beijing.
    • Penulis, Sidney Rittenberg
    • Peranan, Warga AS yang tinggal di Cina selama 35 tahun pada masa Mao Zedong

Sama seperti hal lainnya di Cina, peran Mao bisa menjadi studi tentang sebuah paradoks.

Fotonya yang amat besar mendominasi Lapangan Tiananmen di Beijing dan tampaknya masih belum akan diturunkan dalam waktu dekat.

Dia sama dengan George Washington di Amerika Serikat, sebagai pendiri Parta Komunis dan pemersatu Cina

Namun pada saat bersamaan kalangan generasi muda Cina, termasuk pemuda partai, tidak mengetahui pemikirannya, tulisan-tulisannya, doktrinnya, keberhasilan dan juga kesalahan besarnya.

Xi Jinping dan para pemimpin baru Cina sudah memperingatkan deMaoifikasi atau penyingkiran Mao akan menyebabkan kebingungan dan memperlemah rezim saat ini, yang stabilitasya amat penting untuk membawa Cina menempuh jalur reformasi.

Eksperimen sosial

Pada saat yang sama mereka secara terbuka mengakui kesalahan besar dalam petualangan politik Mao, seperti Lompatan Besar ke Depan di akhir 1950-an dan Revolusi Kebudayaan dari tahun 1966 hingga 1976.

Bencana akibat eksperimen sosial itu menyebabkan tewasnya jutaan warga yang tidak bersalah.

Mao tidak pernah menghukum seorang pun dan juga tidak berniat menciptakan bencana kelaparan namun sadar sedang terlibat dalam eksperimen sosial besar-besaran.

Dia senditi tidak tahu persis bagaimana hasilnya dan mengaku kepada seorang penulis Amerika, Anna Louise Strong, pada tahun 1958 yang akan menulis buku tentang Lompatan Besar ke Depan.

"Tunggu lima tahun lagi sebelum kau menulisnya," kata Mao.

Terus dipelajari

Mao selalu memperkenalkan dirinya sebagai 'guru sekolah dasar' dan kenyataannya dia mungkin bisa disebut sebagai guru filsafat dalam sejarah manusia.

Salah satu ajarannya adalah: carilah kebenaran melalui fakta.

Mao Zedong
Keterangan gambar, Warga bersenam tai chi di depan patung Mao Zedong di Changsa, yang pernah jadi tempat tinggalnya.

"Selidiki dan kaji fakta-fakta dalam tugas khususmu atau di sekitarmu dan kebijakan serta tindakanmu didasarkan pada hal itu. Jangan mulai dengan prasangka 'kebenaran' tapi kumpulkan fakta untuk membuktikan bahwa kau benar, mengabaikan fakta akan membuat kesimpulan diragukan."

Hingga kini dan beberapa abad mendatang para sejarawan Cina -dan juga di luar negeri- akan terus mempelajari Mao Zedong.

Sedang bagi rakyat Cina, kebaikan dan keburukannya yang sama besar membuat Ketua Mao tampaknya belum disingkirkan