Undang-undang amnesti Rusia disahkan

Parlemen Rusia sudah mengesahkan undang-undang amnesti politik yang bisa membuat anggota Greenpeace dan Pussy Riot dibebaskan.
Rancangan undang-undang yang diajukan ke parlemen sudah diperluas dan mencakup kerusuhan, yang menjadi dakwaan bagi pegiat lingkungan Greenpeace.
<link type="page"><caption> Rusia menangkap 30 pegiat -termasuk dua wartawan-</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130925_rusia_greenpeace_aktivis_minyak.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130925_rusia_greenpeace_aktivis_minyak.shtml" platform="highweb"/></link> karena dua pegiatnya berupaya naik ke anjungan minyak lepas pantai milik Rusia di Kutub Utara, akhir September.
Aksi itu ditujukan untuk menentang rencana eksplorasi <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> di Kutub Utara dan mereka <link type="page"><caption> sempat didakwa dengan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131003_rusia_greenpeace.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> pembajakan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131003_rusia_greenpeace.shtml" platform="highweb"/></link> yang ancaman hukumannya maksimal mencapai 15 tahun penjara.
Namun jaksa mengubah dakwaan dengan kerusuhan, yang terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Greenpeace sejak awal menuntut agar semua dakwaan atas pegiatnya dicabut.
Sementara anggota kelompok band punk Pussy Riot didakwa melakukan kerusuhan setelah mengkritik Vladimir Putin di Moskow.
Banyak pihak yang melihat pengesahan ini sebagai upaya untuk menenangkan kekhawatiran Barat atas catatan hak asasi manusia menjelang Olimpiade Musim Dingin di Sochi, awal Februari 2014.
Pihak oposisi berpendapat UU yang disahkah tidak cukup dan seharusnya mencakup semua tahanan politik.









