Rusia bebaskan lagi pegiat Greenpeace

Alexandra Harris
Keterangan gambar, Pegiat Greenpeace asal Inggris, Alexandra Harris, termasuk yang dibebaskan.

Rusia membebaskan lagi pegiat Greenpeace yang ditangkap di atas kapal Arctic Sunrise saat melakukan unjuk rasa dua bulan lalu.

Kapten kapal, Peter Willcox, dan dua warga Inggris -Alexandra Harris dan Kieron Bryan- termasuk yang dibebaskan dengan jaminan senilai masing-masing senilai US$60.000 atau sekitar Rp600 juta.

Dua warga Belanda, Faiza Oulahsen dan Mannes Ubels, juga ikut dibebaskan oleh pengadilan di St Petersburg.

Pengadilan sebelumnya, Selasa (19/11), membebaskan 12 pegiat dengan nilai jaminan yang sama.

<link type="page"><caption> Rusia menangkap 30 pegiat -termasuk dua wartawan-</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130925_rusia_greenpeace_aktivis_minyak.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> yang berada di dalam kapal Arctic Sunrise</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130925_rusia_greenpeace_aktivis_minyak.shtml" platform="highweb"/></link> milik Greenpeace setelah dua pegiatnya berupaya naik ke anjungan minyak lepas pantai milik Rusia di Kutub Utara, akhir September.

Aksi unjuk rasa itu untuk menentang rencana eksplorasi <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> di Kutub Utara.

<link type="page"><caption> Mereka awalnya sempat didakwa dengan pembajakan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131003_rusia_greenpeace.shtml" platform="highweb"/></link> dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara namun kemudian dakwaan diperingan dengan melanggar undang-undang kerusuhan.

Dakwaan baru ini diancam dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Peter Willcox
Keterangan gambar, Peter Willcox ketika masih berada di dalam kurungan sebelum dibebaskan.

Greenpeace menyambut baik keputusan ini namun tetap berpendapat bahwa pegiat mereka menghadapi dakwaan yang tidak masuk akal hanya karena melakukan unjuk rasa atas eksplorasi minyak.

"Fokus kami sekarang adalah membebaskan para pehiat yang masih ditahan," tegas John Sauven, Direktur Eksekutif Greenpeace UK.