Penjara untuk produsen implan payudara

jean claude mas
Keterangan gambar, Jean Claude Mas dijatuhi hukuman penjara empat tahun oleh pengadilan Marseille.

Pengadilan Prancis menjatuhkan hukuman penjara kepada pengusaha yang menjual puluhan ribu silikon berstandar buruk untuk implan payudara.

Jean Claude Mas, pendiri perusahaan Poly Implant Protese, dinyatakan bersalah oleh pengadilan di Marseille.

Skandal ini menimbulkan kepanikan di seluruh dunia dengan sekitar 300.000 wanita di 65 negara terkena dampaknya.

Dalam sidang yang dihadiri puluhan perempuan itu, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara empat tahun kepada Claude Mas.

Ia juga diperintahkan untuk membayar 75.000 euro. Kuasa hukum Mas mengatakan ia akan mengajukan banding.

Pemerintah Prancis pada tahun 2011 merekomendasikan <link type="page"><caption> kepada wanita yang memakai implan PIP </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/12/111223_franceimplant.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> untuk melakukan operasi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/12/111223_franceimplant.shtml" platform="highweb"/></link> karena dikhawatirkan bocor.

PIP bangkrut

Implan produksi perusahaan PIP itu diisi dengan silikon yang mudah bocor. PIP telah dinyatakan bangkrut menyusul maraknya skandal ini.

Namun karena PIP bangkrut, sekitar 5.000 wanita yang mengajukan pengaduan atas perusahaan itu, diperkirakan akan sulit untuk mendapatkan ganti rugi.

Sidang ini dianggap sebagai salah satu yang terbesar dalam kasus legal di Prancis.

PIP sempat mengklaim pabrik di Prancis selatan mengekspor implan ke lebih dari 60 negara dan termasuk di antara produsen implan terbesar dunia.

Menurut data, lebih dari 42.000 wanita di Inggris melakukan implan, lebih dari 30.000 di Prancis, sekitar 25.000 di Brasil dan 16.000 di Venezuela.