Eksekutif perusahaan implan payudara diadili

Lima eksekutif perusahaan Prancis yang memproduksi implan payudara hari ini diadili dalam kasus implan payudara bermasalah.
Terdakwa sebelumnya menjalankan perusahaan Prancis yang memproduksi implan payudara. Implan tersebut ternyata mengandung silikon industri yang tidak baik bagi tubuh manusia.
Ratusan ribu perempuan di berbagai negara melaporkan mereka menggunakan implan payudara PIP. Banyak di antara mereka melaporkan implan tersebut bocor atau bahkan pecah.
Di antara kelima terdakwa adalah Jean-Claude Mas, pendiri perusahaan Poly Implant Prothese (PIP). Perusahaan kini telah ditutup.
Sidang di kota Marseille pada Rabu (17/04) digelar di pusat konferensi.
Wartawan BBC di Paris Hugh Schofield melaporkan sidang ini tercatat sebagai salah satu sidang terbesar dalam sejarah Prancis.
Dalam kasus yang menggemparkan ini terdapat 5.000 penggugat dan 300 pengacara terlibat dalam sidang.
Sementara itu ratusan perempuan yang mendapat implan payudara bermasalah turut hadir dalam sidang di gedung pusat konferensi.
Sekitar 30.000 perempuan Prancis menggunakan implan payudara PIP dan sekitar separuhnya telah mengangkat implan itu.









