Maois Nepal minta penghitungan suara ditunda

Prachanda
Keterangan gambar, Prachanda menuduh terjadi kecurangan besar dalam pemilihan umum.

Pemimpin Partai Maois Nepal menuduh pemilihan umum di negara itu diwarnai kecurangan setelah stasiun TV pemerintah melaporkan dia kehilangan kursi di parlemen.

Pushpa Kamal Dahal -yang lebih dikenal sebagai Prachanda- meminta agar penghitungan suara dihentikan dengan menuduhnya sebagai sebuah 'konspirasi'.

Hasil awal memperlihatkan mantan kelompok pemberontak itu menderita kekalahan besar dan pemimpin mereka berada di peringkat tiga di daerah pemilihan ibukota Kathmandu.

Pemilihan umum ini merupakan yang kedua di Nepal sejak pemberontakan Maois berakhir tahun 2006.

Majelis hasil pemilihan tersebut -yang menumbangkan kekuasaan kerajaan- gagal menyelesaikan tugasnya untuk menyusun konstitusi baru.

Walau Partai Maois meraih suara terbesar dalam pemilihan umum itu, namun tidak sampai menguasai mayoritas.

Daerah pemilihan Kathmandu biasanya merupakan basis para pemberontak namun pejabat pemilihan mengatakan Partai Maois kalah dari partai Kongres Nepal, yang sejauh ini meraih kemenangan.

Rajan KC
Keterangan gambar, Rajan KC, pemimpin Partai Kongres yang sejauh ini meraih kemenangan.

Prachanda mengatakan menerima laporan-laporan tentang kecurangan besar dalam pemungutan suara dan kotak suara dirusak.

"Kami mendesar komisi pemilihan menghentikan penghitungan suara," katanya seperti dikutip AFP.