John Kerry tiba di Arab Saudi

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, sudah tiba di Arab Saudi dalam lawatannya ke Timur Tengah.
Kunjungan ini dilihat sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan dengan sekutu lamanya yang belakangan terganggu akibat konflik di Suriah dan upaya <link type="page"><caption> Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link> mendekati Iran.
Sebelumnya, <link type="page"><caption> Kerry berkunjung ke Mesir,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131103_mesir_kerry.shtml" platform="highweb"/></link> yang menjadi salah satu sumber ketegangan antara Arab Saudi dan AS dalam beberapa bulan belakangan.
Washington membekukan bantuan tahunan sebesar US£1,3 miliar ke <link type="page"><caption> Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> setelah presiden terpilih,<link type="page"><caption> Mohammed Morsi, digulingkan militer Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link>, Juli tahun ini.
Sementara Arab Saudi memberi dukungan kepada pemerintah sementara yang baru yang didukung militer.
Sebelum Kerry tiba di Arab Saudi, dilaporkan bahwa Ketua Badan Intelijen Arab Saudi, Pangeram Bandar bin Sultan, mengatakan kepada para diplomat bahwa negaranya akan menempuh "perubahan besar" dalam hubungan dengan AS.
Arab Saudi disebutkan tidak senang dengan upaya perundingan damai Suriah yang bisa mennciptakan pemerintahan yang didukung Iran di Damaskus.
Pemerintah Riyadh juga prihatin dengan pendekatan Amerika Serikat-Iran sehubungan dengan program nuklir Iran.
Demokrasi Mesir
Ketika masih di Kairo sebelum terbang ke Riyadh, John Kerry, menegaskan bahwa dia tidak akan membiarkan negara-negara seperti Arab Saudi, Yordania, dan Mesir "diserang dari luar".
Pernyataan itu dilihat oleh beberapa pihak sebagai rujukan atas 'serangan' Iran.
Dua juga menegaskan perlunya Mesir bergerak menuju demokrasi.
"Sejarah membuktikan demokrasi lebih stabil, dapat berjalan terus, dan lebih makmur dibanding pilihan lain," tuturnya dalam konferensi pers
"Dengan stabilitas, akan datang pariwisata dan investasi, dan dengan keduanya akan datang lapangan kerja."
Kunjungan Kerry ke Kairo tidak diungkapkan oleh para pejabat AS sampai dia tiba di negara itu dengan alasan keamanan.









