AS resmi bekukan bantuan militer Mesir

Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara sebagian besar dana bantuan US$1,3 miliar yang diberikan kepada militer Mesir.
<link type="page"><caption> Pengiriman sistem militer berskala besar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131009_amerika_mesir_bantuan.shtml" platform="highweb"/></link> dan juga bantuan dana tunai untuk pemerintah Mesir akan ditahan untuk sementara, kata departemen luar negeri AS.
AS mengatakan "sebuah perkembangan yang dapat dipercaya" harus dibuat menuju pemilu yang bebas dan adil.
AS melakukan pembahasan tentang hal ini pada Agustus setelah otoritas Mesir menindak tegas protes para pendukung Presiden Mesir tersingkir Muhammed Morsi, yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia.
"Kami akan menahan pengiriman sistem militer berskala besar dan bantuan dana tunai kepada pemerintah [Mesir] hingga ada kemajuan yang kredibel menuju terbentuknya pemerintahan sipil yang terpilih secara demokratis melalui pemilihan umum yang bebas dan adil," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki.
Para pejabat mengatakan pembekuan dana bantuan tersebut berjumlah ratusan juta dolar.
AS menghentikan pengiriman helikopter Apache, serta rudal Harpoon dan komponen tank, kata para pejabat.
Washington juga berencana untuk membekukan US$ juta transfer uang tunai dan US$300 juta utang.
'Pukulan bagi Mesir'
Wartawan BBC di Washington, Kim Ghattas, mengatakan menghentian sementara bantuan ini lebih diartikan sebagai peringatan simbolik, sebuah pukulan terhadap bantuan militer yang cukup penting.
Pengumuman ini sudah diduga akan terjadi, karena pengiriman piranti keras militer sebelumnya telah dihentikan, latihan militer dibatalkan, dan pengiriman bantuan tunai ditahan sejak musim panas, lanjut wartawan BBC.
Meskipun demikian, AS akan tetap melanjutkan bantuan di bidang kesehatan dan pendidikan, serta bantuan dana untuk menjamin keamanan Mesir di semenanjung Sinai semakin bergejolak.
Pembekuan tidak dimaksudkan untuk menjadi penghentian total, tambah departemen luar negeri AS.
Dalam pidato di Majelis Umum PBB bulan lalu, Presiden AS Barack Obama mengkritik pemerintah sementara Mesir - yang didukung militer - atas "keputusan yang tidak konsisten dengan demokrasi".
Namun, AS tetap menolak untuk menyebut penggulingan Morsi sebagai sebuah kudeta.
Sejak <link type="page"><caption> tentara menggulingkan Morsi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link> pada bulan Juli, pemerintah Mesir telah berulang kali bentrok dengan pendukung Ikhwanul Muslimin.
Dalam peristiwa kekerasan terbaru, lebih dari <link type="page"><caption> 50 orang tewas</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131007_mesir_rusuhlagi.shtml" platform="highweb"/></link> dalam bentrokan antara pendukung dan penentang Morsi serta pasukan keamanan di beberapa kota pada Minggu (06/10).









