Siklon phailin timbulkan kerusakan parah

Topan Phailin menimbulkan kerusakan besar di di selatan India, menumbangkan pohon dan merobohkan papan besi penunjuk jalan serta menyebabkan padamnya aliran listrik di berbagai tempat, sementara jumlah korban menurut laporan media mencapai lima orang.
Di beberapa titik rumah warga rusak parah dimana jendela remuk dan atap rumah terbawa pusaran angin. Para korban yang tewas dilaporkan akibat terkena robohan pohon serta runtuhnya bangunan rumah warga.
Wartawan BBC, Andrew North, menceritakan kerusakan luar biasa di Brahmapur, lokasi pantai dimana angin siklon phailin pertama kali mengamuk dari laut.
Papan nama toko dan berbagai benda bangunan lain terbang tinggi di udara terbawa gelombang angin sementara dekorasi yang disiapkan untuk sebuah ritual perayaan akbar agama Hindu berantakan kemana-mana di jalanan setempat.
Menurut pejabat resmi warga <link type="page"><caption> dilarang tetap berada di rumah-rumah mereka</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131012_topan_badai_india.shtml" platform="highweb"/></link>, dibangun dari tanah lempung dan atap ijuk di sepanjang pantai negara bagian Orissa dan Andhra Pradesh, namun sebagian warga menolak perintah ini.
"Banyak yang enggan mengungsi, harus diyakinkan dulu, dan kadang kala polisi harus memaksa mereka indah ke lokasi aman," kata Menteri Dalam Negeri Sushilkumar Shinde.
'Hingga enam jam'

Tentara India disiagakan untuk menghadapi kondisi bahaya serta upaya pemberian bantuan darurat. Pesawat helikopter dan paket makanan juga disiapkan untuk diterbangkan ke titik-titik terdampak.
Hingga Sabtu (12/10) diperkirakan sudah 500.000 orang mengungsi akibat serangan angin ganas ini.
Kekuatannya diperkirakan mencapai 200 km/jam saat siklon phailin memukul wilayah pantai dekat Gopalpur, Orissa state, Sabtu malam.
Menurut otoritas setempat angin diperkirakan akan menimbulkan ombak tinggi dan menyebabkan kerusakan parah.
Namun kali ini pemerintah setempat mengklaim persiapan yang dilakukan sudah lebih baik ketimbang saat siklon serupa mengantam wilayah ini tahun 1999 sehingga menewaskan ribuan orang di Orissa.
Siklon ini dikategorikan sebagai "sangat berbahaya", dan Kepala Badan Meteorologi India, LS Rathore, dengan menambahka kekuatannya tak akan berubah hingga enam jam setelah serangan angin gawat ini pertama kali muncul.









