Serangan di Sinai tewaskan empat aparat keamanan

Tiga tentara Mesir dan seorang polisi tewas dalam serangan bunuh diri di Semenanjung Sinai, Mesir.
Laporan-laporan menyebutkan penyerang mendekati pos pemeriksaan di kota al-Arish dan meledakkan mobilnya ketika tentara dan polisi melakukan pemeriksaan.
Lima aparat keamanan <link type="page"><caption> Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> lainnya cedera dalam ledakan tersebut.
Serangan bom juga terjadi di kawasan ini, Senin (07/10), dan menewaskan tiga orang serta melukai sekitar 50 lainnya di kota Al-Tur.
Kelompok militan selama beberapa tahun melancarkan serangan kekerasan di Sinai namun dalam beberapa waktu belakangan terjadi peningkatan kekerasan setelah jatuhunya Presiden Hosni Mubarak tahun 2011.
Dan aparat keamanan yang sering menjadi sasaran kekerasan tersebut.
Bulan Mei, <link type="page"><caption> tiga polisi dan empat tentara diculik</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130520_mesir_penculikan.shtml" platform="highweb"/></link> oleh sebuah kelompok militan dan Presiden Mohammed Morsi -yang saat itu belum digulingkan militer- menegaskan tidak akan berunding dengan penculik.
Militer Mesir sudah melancarkan operasi besar-besaran untuk menumpas militan di kawasan Sinai, namun tampaknya belum sepenuhnya berhasil menghentikan kekerasan.
Serangan terbaru di Sinai ini terjadi sehari setelah pemerintah Amerika Serikat <link type="page"><caption> mengumumkan penghentian sementara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131010_as_mesir.shtml" platform="highweb"/></link> sebagian besar dana bantuan militer sebesar US$1,3 miliar kepada Mesir.
Namun Washington menegaskan bantuan untuk menghadapi terorisme dan keamanan perbatasan akan tetap diteruskan, yang mencakup penegakkan keamanan di Semananjung Sinai.









