Militer Mesir mencopot Presiden Morsi

Pemimpin militer Mesir mengumumkan bahwa ketua Mahkamah Agung untuk sementara akan memegang kekuasaan presiden dan undang-undang dasar akan dibekukan.
Langkah ini pada hakekatnya menggulingkan presiden berhaluan Islam, Mohammed Morsi.
Dalam pidato yang disiarkan secara langsung melalui televisi, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi mengatakan ketua MA akan mengawasi periode peralihan, yang dijalankan oleh para teknokrat, hingga terselenggara pemilu parlemen dan pemilihan presiden.
Otoritas Islam tertinggi di Mesir, Sheikh Masjid Al-Azhar, kepala Gereja Koptik, dan pemimpin oposisi Mohammed El Baradei semuanya mendukung langkah Jenderal Sisi.
Pidato Jenderal Sisi disampaikan setelah tentara dengan dukungan kendaraan lapis baja mengamankan tempat-tempat strategis di ibukota Kairo, termasuk sejumlah lokasi yang dipakai <link type="page"><caption> pendukung Morsi untuk unjuk kekuatan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130702_mesir_morsi.shtml" platform="highweb"/></link>.
Sebelumnya militer <link type="page"><caption> mengultimatum presiden</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_mesir_morsi_militer.shtml" platform="highweb"/></link> agar mengatasi krisis politik.
Para pendukung Presiden Morsi dan kelompok Ikhwanul Muslimin mengecam langkah militer dan menyebutnya sebagai kudeta militer.
Hingga Rabu malam waktu setempat keberadaan Morsi tidak diketahui.
Orang-orang dekatnya hanya mengatakan bahwa Presiden Morsi dipindahkan ke satu lokasi rahasia.
Beberapa jam sebelumnya Presiden Morsi <link type="page"><caption> menolak mundur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130702_mesir_bantahan.shtml" platform="highweb"/></link> ataupun menerima tuntutan militer dengan mengatakan ia punya legitimasi untuk memimpin Mesir.









