Presiden Morsi tolak ultimatum militer

Presiden Mesir, Mohammed Morsi, menolak ultimatum militer agar menyelesaikan krisis politik di negara itu dalam waktu 48 jam.
Militer sebelumnya mengatakan akan melakukan <link type="page"><caption> campur tangan jika </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130702_mesir_militer_kudeta.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> pemerintah dan oposisi gagal mengindahkan 'keinginan rakyat' dan membantahnya sebagai upaya kudeta.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130702_mesir_militer_kudeta.shtml" platform="highweb"/></link>
Namun kantor kepresidenan, Selasa 2 Juli, menegaskan Presiden Morsi akan tetap meneruskan rencana rekonsiliasi nasional.
Sementara itu kantor berita Mesir, Mena, melaporkan Menteri Luar Negeri, Mohamed Kamel Amr, sudah menyampaikan surat pengunduran diri.
Jika diterima maka dia akan menjadi menteri keenam yang mengundurkan diri terkait dengan krisis politik di Mesir ini.
Di lapangan Tahrir di pusat ibukota Kairo, puluhan ribu pengunjuk rasa masih berkumpul hingga larut malam dan sebagian tetap berada di sana hingga Selasa ini.
Para pendukung Presiden Morsi rencananya juga akan melakukan pawai untuk menyatakan dukungannya dan ada kekhawatiran akan terhajadi bentrok antara kedua pihak yang bertikai.
Seruan menteri mundur
Seorang pengunjuk rasa di Lapangan Tahrir mengatakan semua menteri dalam kabinet Presiden Morsi harus mengundurkan diri.
"Kami menunggu Hesham Kandil (perdana menteri) dan para menterinya mundur, setelah itu maka Morsi akan sendirian," tutur Mohammad Hasan, seperti dikutip kantor berita AP.
<link type="page"><caption> Unjuk rasa antipemerintah besar-besaran berlangsung Minggu 30 Juni</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130701_mesir_bentrok.shtml" platform="highweb"/></link> dengan diwarnai kekerasan yang menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 700 lainya.
Dan sehari kemudian <link type="page"><caption> sejumlah pengunjuk rasa menyerbu kantor </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130701_mesir_serangan.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Ikhwanul Muslimin,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130701_mesir_serangan.shtml" platform="highweb"/></link> yang mendukung Presiden Morsi.
Warga yang menentang Presiden Morsi menuduh dia lebih mengutamakan kepentingan Ikhwanul Muslimin daripada kepentingan rakyat.
Presiden Morsi terpilih sebagai presiden beraliran Islam pertama pada 20 Juni setelah meraih kemenangan dalam pemilihan yang bebas dan adil yang pertana di Mesir setelah revolusi yang berhasil menggulingkan Husni Mubarak.
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama -yang sedang melakukan kunjungan ke Afrika- meminta Morsi menanggapi keprihatinan para pengunjuk rasa.









