Assad pastikan penyerahan senjata kimia Suriah

Presiden Suriah Bashar al-Assad tampil di televisi Rusia untuk memastikan bahwa senjata kimia negaranya akan diawasi internasional.
Assad mengatakan kepada televisi Rossiya 24, langkah itu merupakan usulan Rusia dan bukan ancaman serangan militer oleh Amerika.
Komentar itu muncul saat menteri luar negeri Rusia dan Amerika Seikat mengadakan pertemuan di Jenewa, Swiss.
Amerika menuduh rezim Suriah membunuh ratusan orang dengan serangan gas beracun di luar kota Damaskus tanggal 21 Agustus.
Pemerintah Suriah menyanggah tuduhan itu dan menyalahkan pemberontak yang melakukan serangan.
'Peluang damai'
Assad mengatakan kepada saluran televisi pemerintah Rossiya 24 bahwa, "Suriah menempatkan senjata kimia di bawah pengawasan internasional karena Rusia. Ancaman Amerika Serikat tidak mempengaruhi keputusan ini."
Sebelumnya, Presiden Putin memperingatkan <link type="page"><caption> dampak aksi militer Amerika ke Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130912_putin_peringatkan_as_suriah.shtml" platform="highweb"/></link> akan menimbulkan gelombang baru terorisme.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sebelumnya menetapkan tiga tahapan usulan Rusia, termasuk bergabungnya Suriah ke Konvensi Senjata Kimia.
Lavrov mengatakan, "Saya yakin ada peluang perdamaian di Suriah."
Ia tidak menyinggung tentang dihancurkannya senjata kimia yang diperkirakan merupakan kunci penghambat negosiasi Moskow dan Damaskus.
Lavrov akan membicarakan rencana itu di Jenewa dengan Menlu Amerika John Kerry.
Kerry juga akan mengadakan pembicaraan dengan utusan Liga Arab untuk PBB Lakhdar Brahimi.









