Kebijakan Abbott bisa pengaruhi hubungan dengan RI

Tony Abbot
Keterangan gambar, Tony Abbot merayakan kemenangan bersama dengan keluarganya.

Pemimpin koalisi Liberal-Konservatif, Tony Abbott -yang meraih kemenangan dalam pemilu Australia- sejak kampanye menjanjikan kebijakan yang lebih keras dalam menghadapi pencari suaka.

Dalam kampanye pertengahan Agustus, <link type="page"><caption> dia antara lain akan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130816_australia_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> menunjuk komandan militer</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130816_australia_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link> untuk memimpin operasi mengatasi para imigran yang datang dengan perahu dan penyelundup manusia.

Kebijakannya yang lebih keras Abbott bisa jadi mempengaruhi huhungan bilateral dengan Indonesia, mengingat hampir semua perahu pengungsi melewati perairan Indonesia.

Guru besar politik dari Australian National University, Dr. Greg Fealy, kepada wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar, menjelaskan bahwa Abbott juga berjanji akan mengembalikan perahu pembawa pengungsi ke Indonesia.

"Masalah pengungsi menjadi masalah berat untuk hubungan bilateral anara Indonesia dengan <link type="page"><caption> Australia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/australia/" platform="highweb"/></link> karena Tony Abbott juga menjanjikan bahwa dia akan mengembalikan kapal ke Indonesia.

"Nah saya kira itu sangat riskan, karena sangat mungkin pemerintah Indonesia tidak begitu senang dengan program itu," tambah Dr Fealy.

Partai Buruh 'melemah'

Kebijakan imigrasi yang lebih tegas itu juga dianggap sebagai salah satu faktor yang berperan dalam mengantarkan kemenangan kubu pimpinan Abbott.

"Karena jelas dalam banyak dapil (daerah pemilihan) yang swinging shift, yan bisa memilih Partai Buruh dan Partai Liberal. Dalam dapil-dapil itu, isu pendatang haram menjadi isu yang sangat sensitif dan ada anggapan hal itu adalam semacam invasi dari luar."

Sementara Partai Buruh juga diwarnai dengan konflik internal dan berbagai skandal sehingga memberi keuntungan kepada koalisi Liberal-Konservatif.

<link type="page"><caption> Penyelenggaraan pemilihan umum yang lebih awal ini diserukan oleh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130804_australia_election.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Perdana Menteri Kevin Rudd</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130804_australia_election.shtml" platform="highweb"/></link> setelah mengalahkan Julia Gillard dalam kepemimpinan Partai Buruh.

"Ada pergantian Kevin Rudd dengan Julia Gillard kemudian kembali lagi ke Kevin Rudd. Ada pepatah dalam Bahasa Inggris yaitu kalau tidak utuh berarti mati secara politik. Dan dalam kasus Partai Buruh, malam ini terbukti bahwa pepatah itu memang benar," jelas Dr. Fealy.

Selain itu ada juga faktor kebijaksanaan Partai Buruh yang dianggap tidak berhasil oleh pemilih Australia.

"Salah satunya adalah program untuk jaringan internet berkecepatan tinggi secara nasional yang hingga saat ini belum selesai dengan biaya yang lebih mahal dari perkiraan awal."

Pemulihan ekonomi

Bagaimanapun kekalahan Partai Buruh tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya oleh beberapa pengamat.

Perkiraan awal memperlihatkan Partai Buruh meraih 55 kursi sementara koalisi Liberal-Konservatif dengan 91 kursi.

Dalam pidato kemenangannya di hadapan para pendukung, Tony Abbott mengatakan dia juga akan memulihkan surplus perekonomian ke Australia.

"Mulai hari ini, saya menyatakan Australia berada di bawah manajemen baru dan Australia kini terbuka untuk bisnis."

Kevin Rudd sendiri sudah mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat kepada Abbott melalui telepon.

Dia tetap berhasil mempertahankan kursinya untuk dapol Griffith di Brisbane namun menegaskan tidak akan ikut lagi dalam pemilihan ketua Partai Buruh dengan alasan warga Australia berhak mendapat awal yang baru.

"Saya sudah memberikan semuanya namun tidak cukup bagi kita untuk menang. Namun saya gembira bahwa Buruh mempertahankan kekuatan bertarung untuk masa depan," tuturnya.