Pemilu Australia: Kampanye terakhir Rudd dan Abbott

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd dan lawan politiknya Tony Abbott hari Jumat (06/09) melakukan kampanye terakhir menjelang pemilihan umum Sabtu esok.
Jajak pendapat menunjukkan <link type="page"><caption> koalisi oposisi pimpinan Abbott</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130825_abbott_luncurkan_kampanyenya.shtml" platform="highweb"/></link> memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan partai Buruh.
Tapi Perdana Menteri Kevin Rudd lebih disukai oleh pemilih mengambang dan mereka bisa memberikan suara tambahan.
Ekonomi dan<link type="page"><caption> pencari suaka</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130816_australia_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link> adalah beberapa isu kunci yang menjadi perhatian pemilih.
Jajak pendapat terakhir mengindikasikan koalisi Liberal-Nasional akan meraih 53% suara sedangkan Buruh 47%.
Semua surat kabar besar, <link type="page"><caption> kecuali The Age</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130808_australia_politik.shtml" platform="highweb"/></link>, mendukung koalisi.
Pada hari Jumat Rudd berkampanye di Pantai Tengah New South Wales, sedangkan Abbott mendatangi sebuah pabrik gitar di Melbourne.
Rudd menekankan catatan ekonomi pemerintah dan mengatakan prioritasnya adalah "pekerjaan, lebih banyak pekerjaan, kesehatan, rumah sakit dan akses broadband, serta terus memberikan tekanan untuk bantuan biaya hidup."
Ia juga mengkritik berbaliknya sikap koalisi atas isu kebijakan internet sebagai sebuah "lelucon."
Oposisi hari Kamis mengumumkan kebijakan untuk menyaring konten dewasa dari internet, dan pelanggan harus setuju jika ingin tetap memiliki akses internet.
Kebijakan itu dihapus beberapa jam kemudian.
Abbott mengatakan gagalnya "kontrol kualitas" menyebabkan kebijakan itu "tidak terkomunikasikan dengan baik."
"Kami tidak mendukung kebijakan menyaring internet," kata dia.









