Kapal pencari suaka terbalik di Australia

Upaya penyelamatan sedang dilakukan menyusul kapal yang membawa 105 pencari suaka terbalik di Pulau Christmas, Australia.
Pejabat maritim Australia mengatakan mereka menerima panggilan bantuan dari kapal dan telah mengirim kapal angkatan laut ke area tersebut.
Pulau Christmas sering menjadi tujuan bagi pada pencari suaka yang mencoba untuk pergi dengan kapal melalui Indonesia.
Otoritas Keamanan Maritim Australia mengatakan peringatan telah dilakukan terhadap kapal-kapal di area tersebut.
"HMAS Parramatta tiba di lokasi sekitar pukul 02:20 GMT dan melaporkan kapal itu kandas," kata pernyataan itu, dan menambahkan tidak ada informasi lebih lanjut tersedia.
Australia menetapkan kebijakan baru bagi pencari suaka pada Juli -menjelang pemilihan umum pada bulan Septemper- sebagai respon tingginya kenaikan jumlah pencari suaka yang datang dengan perahu.
Otoritas mengatakan langkah ini diperlukan untuk mencegah ribuan orang menempuh perjalanan berbahaya ke Australia dengan kapal reyot dan melebihi kapasitas.
Pertemuan regional
Dalam kebijakan yang ditandatangani 19 Juli itu, pencari suaka yang datang dengan perahu ke Australia akan <link type="page"><caption> dikirim ke Papua Nugini</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130801_australia.shtml" platform="highweb"/></link> untuk di proses. Semua yang klaim pengungsinya dikabulkan akan tinggal di Paupa Nugini, bukan di Australia.
Namun Komisi Tinggi PBB Untuk Pengungsi pada Juli mengatakan kebijakan baru tersebut "menyulitkan" dan mengatakan "hal itu tidak memiliki <link type="page"><caption> standar perlindungan yang memadai</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130726_unhcr_kritik_australia.shtml" platform="highweb"/></link> bagi pencari suaka dan pengungsi di Papua Nugini."
Sementara itu, pemimpin oposisi Tony Abbott menyerukan pendekatan yang lebih keras kepada pencari suaka.
Dia mengatakan, jika dia terpilih dia akan menunjuk komandan militer untuk memimpin operasi untuk mencegah penyelundupan manusia dan kapal pencari suaka, dan pengungsi akan dibatasi untuk menerima visa sementara.
Insiden ini terjadi seiring dengan berlangsungnya pertemuan regional antara Australia dan sejumlah negara lainnya di Jakarta, Selasa (20/08) untuk menemukan solusi terbaik secara regional dalam menyelesaikan kasus ini.
Saat ini Menteri Imigrasi Australia Tony Burke dan Menlu Indonesia Marty Natalegawa tengah bertemu dengan pejabat terkait dari Iran, Afghanistan dan Sri Lanka untuk mendiskusikan solusi terhadap masalah imigran ilegal.









