Isu pengungsi menjelang pemilu Australia

Australia
Keterangan gambar, Toby Abbot berjanji akan menunjuk komandan militer untuk mengatasi 'manusia perahu'.

Pemimpin oposisi Australia, Tony Abbot, mengungkapkan rencana kebijakan imigrasi yang lebih ketat menjelang pemilihan umum bulan mendatang.

Dia berjanji jika terpilih maka akan menunjuk komandan militer untuk memimpin operasi mengatasi para imigran yang datang dengan perahu dan penyelundup manusia.

Rencana itu terkait dengan sekitar 30.000 pencari suaka yang tiba di <link type="page"><caption> Australia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/australia/" platform="highweb"/></link> dengan perahu namun permohonannya belum diproses.

Abbot menambahkan jika setelah diproses ternyata memenuhi syarat sebagai pengungsi maka akan mendapat visa sementara dan bukan izin tinggal menetap.

Mereka yang mendapat visa tiga tahun akan terus dalam proses penilaian dan visa akan dicabut jika status pengungsi sudah tidak sesuai lagi.

"Ini negara kami dan kami memutuskan siapa yang datang ke sini," tegasnya.

Selain itu para pemegang visa sementara diharuskan bekerja untuk mendapat tunjangan sosial. Calon yang permohonannya ditolak tidak mendapat kesempatan untuk banding atas keputusan itu.

"Itu merupakan posisi pemerintahan koalisi terakhir dan itu akan menjadi posisi dari pemerintahan koalisi mendatang," jelas Abbot.

Isu sensitif

Para pengungsi yang tiba dengan perahu di Australia melewati perairan Indonesia dalam perjalanannya dan sebagian dari mereka terdampar di Indonesia atau tewas karena kecelakaan laut.

Pemerintah Australia saat ini, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Kevin Rudd, sudah menerapkan kebijakan kontroversial dengan mengirimkan langsung<link type="page"><caption> 'manusia perahu' ke Papua Nugini</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130801_australia.shtml" platform="highweb"/></link> dan terbuka kemungkinan tinggal seterusnya di sana.

<link type="page"><caption> Kebijakan itu dikiritik </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130726_unhcr_kritik_australia.shtml" platform="highweb"/></link>Badan PBB untuk urusan pengungsi, UNHCR, karena dianggap tidak memiliki standar perlindungan bagi para pencari suaka berhubung 'kekurangan signifikan' pada sistem hukum Papua Nugini.

Pengungsi merupakan isu yang sensitif di Australia walau sebenarnya jumlahnya relatif kecil. Data UNHCR memperlihatkan Australia hanya menerima 3% dari total pencari suaka global sepanjang 2012.

<link type="page"><caption> Menjelang pemilihan umum 7 September,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130804_australia_election.shtml" platform="highweb"/></link> isu pencari suaka kembali mengemuka dalam kampanye. Berdasarkan jajak pendapat terbaru, koalisi koalisi Liberal-Nasional pimpinan Abbot unggul empat poin dari Partai Buruh pimpinan Kevin Rudd.