Ribuan pengunjuk rasa Turki ditangkap

bentrokan turki
Keterangan gambar, Unjuk rasa sudah terjadi beberapa hari dan sebelumnya berlangsung damai.

Pengunjuk rasa dan polisi bentok di distrik Besiktas, Istanbul, menjadikan peristiwa tersebut sebagai salah satu bentrokan terparah sejak kerusuhan terjadi tiga hari lalu.

Bangunan masjid, toko-toko, dan universitas telah berubah menjadi rumah sakit darurat untuk korban yang terluka.

Para pengunjuk rasa menggunakan batu untuk membuat barikade dan polisi meresponnya dengan gas air mata dan semburan air.

Pejabat setempat mengatakan lebih dari 1.700 orang telah ditangkap terkait protes yang menyebar pada 67 kota, walau banyak diantara mereka yang telah dibebaskan.

Wartawan BBC di Istanbul, Louise Greenwood, mengatakan beberapa ribu orang ambil bagian dalam protes di luar stadion sepakbola baru yang belum beroperasi di Besiktas.

Dia mengatakan beberapa demonstran mengalami batuk hebat dan muntah setelah polisi menembakkan gas ke dalam kerumunan.

Di dekat lokasi tersebut, polisi juga berjuang untuk melindungi kantor perdana menteri, yang tampaknya menjadi titik fokus bagi demonstran.

Kerusuhan juga <link type="page"><caption> dilaporkan di ibukota, Ankara,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/06/130601_dunia_turkey_violentprotest.shtml" platform="highweb"/></link> dan protes terjadi di puluhan kota-kota lain.

Para pengunjuk rasa di Istanbul yang umumnya muda dan berasal dari kelas menengah perkotaan, melakukan protes terhadap langkah islamisasi yang dilakukan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

Sebagian demonstran khawatir Turki akan kembali menjadi negara Islam karena baru-baru ini pemerintahnya membatasi <link type="page"><caption> penjualan minuman beralkohol</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130524_turkialkohol.shtml" platform="highweb"/></link>.

Erdogan mengatakan para pengunjuk rasa tidak demokratis dan terinspirasi oleh partai-partai oposisi.

Protes pertama terjadi daerah sekitar Gezi Park pada Minggu (02/06) dan sebagian besar berlangsung damai.