Ditangkap 100 anggota kelompok terlarang di Turki

Kepolisian Turki menangkap sekitar 100 tersangka anggota kelompok Marxisme yang dilarang, yang dituduh bertanggungjawab atas serangan bunuh diri di Kedutaan Besar Amerika Serikat di ibukota Ankara.
Laporan berbagai media menyebutkan penangkapan terjadi di 28 kota dalam operasi memberantas Barisan Pembebasan Rakyat Revolusioner, DHKP-C.
Namun para tersangka yang ditangkap tidak dituduh secara langsung terlibat dalam serangan awal Februari tersebut, yang <link type="page"> <caption> menewaskan pembomnya dan seorang </caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/02/130201_bom_turki.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> petugas keamanan lokal</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/02/130201_bom_turki.shtml" platform="highweb"/> </link>.
Kantor berita negara Anatolia melaporkan mereka yang ditangkap termasuk akademisi, pegawai negeri, guru, maupun mahasiswa.
DHKP-C dituduh berada di belakang beberapa serangan atas sasaran-sasaran Amerika Serikat dan NATO sebelumnya.
Masuk daftar kelompok teroris
Kelompok ini juga mengaku bertanggungjawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan seorang polisi di Istanbul pada 11 September dan pernah mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut atas fasilitas diplomatik Amerika Serikat di Turki.

Kepolisian sudah mengungkap identitas pembom Kedubes AS pada 1 Februari sebagai Ecevit Sanli, yang disebut sebagai mantan anggota DHKP-C.
Dia dilaporkan pernah dijatuhi hukuman penjara karena terlibat dalam serangan atas kompleks militer pada tahun 1997.
Pertengahan Januari 2013, pihak berwenang Turki juga <link type="page"> <caption> menggelar operasi atas DKHP-C</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130118_turki_marxisme.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> dengan menangkap sekitar 85 orang</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130118_turki_marxisme.shtml" platform="highweb"/> </link> -termasuk 15 pengacara- yang diduga sebagai anggotanya.
Amerika Serikat dan Uni Eropa menempatkan DHKP-C sebagai organisasi teroris.









