Penerjemah Afghanistan dapat visa Inggris

Setidaknya 600 penerjemah Afghanistan yang bekerja bersama tentara Inggris di medan perang akan diberikan hak untuk tinggal di Inggris.
Penerjemah yang bekerja selama satu tahun atau lebih akan ditawarkan visa selama lima tahun, dan kemudian dapat mengajukan izin tinggal permanen, demikan isi rencana yang belum resmi ditandatangani kementerian tersebut.
Sumber terkait mengatakan proposal tersebut akan memberikan pilihan bagi para penerjemah "kesempatan untuk tetap bekerja di Afghanistan, belajar keahlian baru dan membangun negaranya, atau memulai hidup baru di Inggris."
Bagi penerjemah yang tetap tinggal di Afghanistan, Inggris akan memberikan dana untuk edukasi selama lima tahun.
Koresponden pertahanan BBC, Caroline Wyatt mengatakan koalisi sebelumnya tampak memiliki pandangan yang berbeda.
Liberal Demokrat, termasuk mantan tentara kerajaan, Lord Ashdown, mendukung paket permukiman kembali.
Sementara yang lain, merasa khawatir program ini merupakan tanda pesimisme atas masa depan Afghanistan setelah pasukan dari negara-negara barat keluar pada 2014.
Ancaman serius
Sumber terkait juga mengatakan Perdana Menteri David Cameron telah menekankan dengan sangat jelas "bahwa kita tidak boleh berpaling dari mereka yang telah menginjak jalan yang sama dengan tentara kita di Helmand, yang secara konsisten menempatkan kehidupan mereka dalam bahaya untuk membantu pasukan kita mencapai misi mereka".
Banyak penerjemah yang akan dibantu mengatakan mereka telah menerima ancaman serius bagi kehidupan mereka, sementara beberapa telah melarikan diri ke Inggris untuk mencari suaka.
Beberapa negara lain yang mengutus pasukannya di Afghanistan, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, dan Australia telah membuat skema untuk menawarkan suaka bagi setidaknya sebagian penerjemah yang mereka pekerjakan.









