CIA dan FBI mengetahui kemungkinan ancaman Tsarnaev

Badan intelijen dan penyidik Amerika Serikat, CIA dan FBI, sudah mendapat informasi tentang kemungkinan ancaman pembom maraton Boston, Tamerlan Tsarnaev, sekitar setahun sebelum serangan.
Namun kedua lembaga itu tidak menindaklanjuti penyelidikan awalnya.
<link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> menghubungi keduanya untuk memperingatkan bahwa Tsarnaev dianggap sebagai umat Islam yang radikal yang kemungkinan merencanakan sebuah serangan di Rusia.
Akan tetap FBI tidak menemukan bukti tentang ancaman nyata di <link type="page"><caption> Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link> sehingga penyelidikannya tidak diteruskan, seperti dilaporkan wartawan BBC di Washington, Jane O'Brien.
Sementara CIA menempatkan nama Tsarnaev dalam daftar tersangka <link type="page"><caption> teroris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/terorisme/" platform="highweb"/></link> yang diamati namun beberapa informasi yang diterima dari Rusia ternyata tidak akurat.
<link type="page"><caption> Tiga orang tewas dan sekitar 100 lainnya cedera</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/04/130416_ledakan_boston.shtml" platform="highweb"/></link> akibat serangan bom di dekat garis akhir maraton Boston, Senin 15 April lalu.
Upacara penghormatan

Dalam perkembangan terpisah, ribuan orang menghadiri upacara penghormatan atas seorang polisi yang tewas dalam upaya memburu pembom Boston.
Wakil Presiden Amerikat Serikat, Joe Biden, menyampaikan pidato untuk mengenang Sean Collier yang berusia 26 tahun di Massachusetts Institute of Technology, MIT.
Sekitar 4.000 mahasiswa, staf universitas, dan polisi menghadiri ke upacara itu.
<link type="page"><caption> Collier tewas ditembak abang beradik pembom Boston</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/04/130419_boston_penembakan.shtml" platform="highweb"/></link>, Dzokhar dan Tamerlan, di kampus MIT Jumat 19 April dini hari.
Dalam upaya pengejaran itu, Tamerlan tewas ditembak sementara adiknya, Dzokhar, yang berusia 19 tahun, ditangkap dalam kondisi luka berat.
Dzokhar Tsarnaev yang saat ini ditahan di rumah sakit <link type="page"><caption> menghadapi ancaman hukuman mati</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/04/130423_dakwaan_pengebom_boston_.shtml" platform="highweb"/></link> atas tindakannya tersebut.









