Pengebom Boston mulai didakwa

Departemen Kehakiman AS mengatakan tersangka pelaku pengeboman di Boston yang saat ini menjalani penahanan dikenai dakwaan kepemilikan senjata penghancur masal.
Tersangka bernama Dzokhar Tsarnaev yang saat ini ditahan di rumah sakit akan menghadapi ancaman hukuman mati atas tindakannya tersebut.
Juru Bicara Gedung Putih mengatakan Tsarnaev tidak akan diperlakukan sebagai seorang 'musuh dalam perang,' seperti yang sebelumnya disarankan oleh sejumlah anggota kongres dari partai republik.
Selain didakwa dengan kepemilikan senjata penghancur masal, Dzohar Tsarnaev juga menghadapai dakwaan lain yaitu telah mengakibatkan kerusakan bangunan yang mengakibatkan tewasnya orang lain.
Selain dakwaan dari pemerintah federal, jaksa penenuntut umum negara bagian Massachusetts bisa mengajukan sendiri permohonan hukuman mati terhadap Tsarnaev meski negara bagian itu tidak lagi menerapkan hukuman mati.
Pembacaan surat dakwaan
"Dia tidak akan diperlakukan sebagai musuh perang," kata Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney.
"Kami akan menuntut teroris ini dengan sistem hukum sipil."
Dzokar Tsarnaev saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Beth Israel Deaconess Memoria, tempat banyak korban ledakan bom juga dirawat. Dia dalam kondisi dibius berat dan bernafas melalui selang dari tenggorokan.
Tsarnaev <link type="page"><caption> sebelumnya ditangkap di Watertown, daerah pinggiran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/04/130420_tersangka_bom_boston_ditangkap.shtml" platform="highweb"/></link> di Boston dalam operasi penangkapan polisi hari Jumat (19/04).
Dokter di rumah sakit mengatakan kondisinya masih serius meski demikian dakwaan kepadanya telah disampaikan di ruang perawatannya dalam hal yang digambarkan sebagai sebuah proses persidangan awal.
Tsarnaev juga dilaporkan masih belum bisa bicara dan hanya merespon pertanyaan petugas melalui tulisan.









