Orang tua pelaku bom Boston diinterogasi

Sejumlah pejabat Amerika Serikat datang ke Republik Dagestan, Rusia, untuk berbicara dengan orang tua terduga bom Maraton Boston.
Dzokhar dan Tamerlan Tsarnaev sempat tinggal di Dagestan, dan Tamerlan berkunjung dalam waktu panjang ke negara itu pada 2012.
AS ingin menggali lebih banyak mengenai kunjungan itu dan apakah Tamerlan terpengaruh paham radikalisme melalui kontak-kontaknya di sana.
Wartawan BBC Steve Rosenberg di Dagestan mengatakan delegasi dari Kedutaan Besar AS di Moskow tiba di Dagestan pada hari Selasa (23/04).
Menurut Rosenberg, pembicaraan dengan orang tua Tsarnaev itu berlangsung hingga Rabu dini hari (24/04).
Masih dirawat
Belum diketahui penyidik dari instansi apa yang mewawancarai mereka, tetapi seorang pejabat Kedubes AS mengatakan pada kantor berita AFP bahwa, "FBI bekerja sama dengan pemerintah Rusia dalam investigasi terkait pengeboman Maraton Boston."
Tamerlan tewas dalam operasi polisi untuk menangkap kedua saudara itu sedangkan sang adik, Dzokhar, terluka parah.
Ia saat ini masih dirawat di rumah sakit dan telah dikenai dakwaan oleh jaksa penuntut federal atas penggunaan senjata pengrusak massal dan pengrusakan properti yang berakibat kematian.
Ancaman hukuman yang menantinya adalah hukuman mati jika ia terbukti bersalah atas masing-masing dakwaan tersebut.









