Menlu AS John Kerry bahas krisis di Seoul

Menteri Luar Negeri AS John Kerry berada di Korea Selatan untuk membicarakan situasi terkini dengan pemerintah setempat di tengah ketegangan yang terus memuncak di Semenanjung Korea.
Menlu Kerry antara lain ditemui Presiden Park Geun-hye serta komandan militer AS yang ditempatkan di negara itu.
Menurut pejabat resmi Washington kunjungan ini akan dipakai Kerry untuk mendesak agar Cina memainkan peranan lebih besar di tengah krisis Korea dengan menekan Pyongyang.
Menurut laporan Badan Intelejen Militer AS (DIA) Pyongyang kemungkinan saat ini sudah punya kemampuan mengembangkan teknologi untuk memasang kepala nuklir pada peluru kendali.
Mempersulit diplomasi
Di tengah berbagai rumor, Pyongyang diberitakan telah memindahkan dua rudal balistik Musudan ke wilayah pantai timurnya. Musudan diduga punya jarak jangkau hingga 4.000km yang berarti sanggup mencapai basis militer AS di Guam.
Tetapi banyak pihak meragukan keampuhan persenjataan itu karena Musudan diduga belum pernah diuji coba sebelumnya.
Meski sebagian besar ancaman dari Korea Utara selama inid ianggap sebagai gertak sambal belaka, kemampuan mengembangkan senjata nuklir seperti ditulis dalam laporan itu dianggap akan makin mempersulit upaya diplomasi untuk mencegah perang.
Walau demikian Pentagon juga menegaskan anggapan bahwa Korea Utara sudah benar-benar mampu mengembangkan dan melakukan pengetesan senjata nuklirnya adalah 'tidak akurat'.
Kunjungan Kerry ini dilakukan untuk menandai lawatan dunia pertamanya ke Asia setelah dilantik sebagai menlu pengganti Hillary Clinton.
Dari Seoul, selanjutnya dia akan melawat ke Tokyo serta Beijing.









