Uji coba nuklir Korut bisa mengurangi bantuan Cina

Kim Jong Un
Keterangan gambar, Pemerintah Korut memperingatkan langkah fisik jika Korsel berpartisipasi dalam sanksi PBB.

Cina dilaporkan tidak ragu-ragu untuk mengurangi bantuan ke Korea Utara jika melakukan uji coba nuklirnya yang ketiga.

Tajuk rencana di koran The Global Times -milik pemerintah- itu juga menyebutkan penolakan <link type="page"> <caption> Korea</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/korea/" platform="highweb"/> </link> Utara atas sanksi PBB yang diperketat karena peluncuran rudal jarak jauhnya bulan lalu.

Cina mendukung sanksi tersebut namun harian Cina yang berpengaruh itu menulis Pyongyang tampaknya tidak menghargai upaya Cina untuk melunakkan sanksi.

Pemerintah Beijing, walau merupakan sekutu utama Pyongyang, menyatakan tetap menginginkan stabilitas di semenanjung Korea.

Mereka sebelumnya mendesak agar dilangsungkan dialog dan semua pihak menahan diri demi kepentingan jangka panjang.

Resolusi PBB yang baru

Korea Utara juga sudah memperingatkan akan mengambil langkah fisik atas Korea Selatan jika ikut berpartisipasi dalam sanksi PBB.

Peringatan itu disampaikan sekitar 24 jam setelah mengumumkan akan melakukan uji coba nuklir tingkat tinggi sebagai langkah yang diarahkan atas 'musuh bebuyutan' mereka, Amerika Serikat.

Gedung Puting mengecam rencana uji coba dengan menyebutkan 'provokasi yang tidak perlu'.

Korea sudah melaksanakan dua uji coba nuklir pada tahun 2006 dan 2009, namun belum memberikan rincian dari <link type="page"> <caption> rencana yang ketiga ini</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130124_tes_nuklir_korut.shtml" platform="highweb"/> </link>.

Pengumuman Korea Utara tersebut disusul dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam peluncuran roketnya beberapa waktu lalu dan perluasan sanksi.

Pyongyang mengatakan peluncuran roket tersebut semata-mata bertujuan untuk menempatkan satelit ke orbitm namun Amerika dan negara-negara tetangga Korea Utara berpendapat bahwa itu merupakan uji coba rudal jarak jauh, yang dilarang oleh resolusi PBB.