Kasus perkosaan beramai-ramai di India akan disidangkan kilat

Pengadilan India memindahkan kasus lima pria yang dituduh memperkosa seorang wanita bergantian ke persidangan kilat.
Wanita yang diperkosa beramai-ramai itu meninggal di rumah sakit karena luka-luka yang ia derita.
Pengadilan kasus perkosaan ini akan dimulai hari Senin (21/01).
Tersangka keenam akan disidangkan di pengadilan remaja.
Perkosaan secara brutal terhadap mahasiswa berusia 23 tahun itu menyebabkan protes besar di Delhi dan menimbulkan debat nasional tentang perlakukan wanita.
Petisi ke MA
Dalam upaya untuk menangani kritikan itu, pemerintah membentuk lima pengadilan kilat di ibukota dalam beberapa minggu ini untuk menangani kejahatan terhadap perempuan.
Pemerintah akan memindahkan kasus itu ke salah satu pengadilan untuk menunda penundaan akibat korupsi serta hambatan lain yang mengganggu sistem hukum India.
Kuasa hukum lima terdakwa mengatakan polisi memperlakukan klien mereka sedemikian rupa, termasuk memukul mereka agar mengaku melakukan kejahatan tanggal 16 Desember lalu itu.
VK Anand, kuasa hukum salah seorang terdakwa mengatakan Kamis (17/01) bahwa ia akan mengajukan petisi ke Mahkamah Agung agar sidang tidak dilaksanakan di Delhi.
Anand mengatakan kliennya tidak terjamin untuk mendapatkan persidangan yang adil di ibukota India itu karena perhatian media yang begitu besar.









