Terdakwa pemerkosaan India 'disiksa'

Mobil polisi India
Keterangan gambar, Para terdakwa dikembalikan ke Penjara Tihar usai menghadiri sidang di Delhi.

Pengacara yang berniat mewakili tiga terdakwa dalam kasus pemerkosaan beramai-ramai di Delhi, India, mengatakan kliennya mengalami penyiksaan dan dipaksa mengaku melakukan kejahatan.

Manohar Lal Sharma mengatakan ketiga terdakwa dipukuli dan bukti-bukti dimanipulasi untuk meredam kemarahan publik.

"Mereka tidak bersalah," kata Manohar Lal Sharma sebelum memasuki ruang sidang di Delhi, Kamis (10/01). Ia juga mengatakan akan mengkonfrontasi polisi tentang "bagaimana bukti-bukti dimanipulasi guna menjerat orang-orang tidak bersalah."

"Saya bersedia mewakili mereka sehingga keadilan bisa ditegakkan. Apa yang saya ketahui adalah mereka disiksa selama 15 hari. Bukti-bukti dimanipulasi untuk meredam kemarahan warga," tambahnya.

Pengamanan ketat

Polisi menolak memberikan tanggapan atas pernyataan pengacara tiga terdakwa.

Lima orang dikenai dakwaan melakukan pemerkosaan beramai-ramai dan pembunuhan seorang mahasiswa berusia 23 tahun di bus di Delhi pada tanggal 16 Desember 2012.

Mereka hari ini telah hadir dalam sidang lanjutkan di Pengadilan Distrik Saket dengan pengamanan ketat. Sidang akan dilanjutkan pada tanggal 14 Januari dan kasus ini belum dilimpahkan ke pengadilan kilat.

Bila terbukti bersalah, lima terdakwa menghadapi hukuman mati. Tersangka keenam, yang diyakini baru berusia 17 tahun, akan disidang secara terpisah di pengadilan anak-anak.