Militer India diminta membalas tembakan Pakistan

Kepala Staf Angkatan Darat India memerintahkan para komandannya menanggapi secara agresif setiap tembakan dari tentara Pakistan di kawasan Kashmir.
"Kami mengharapkan para komandan kami bertindak agresif. Perintahnya amat jelas, jika diprovokasi saya mengharapkan para komandan membalas dengan tembakan," tutur Jenderal Bikram Singh kepada para wartawan di Delhi.
Dia menambahkan India memiliki hak untuk membalas pada 'waktu dan tempat yang ditentukan' <link type="page"> <caption> sehubungan dengan kontak senjata</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130109_india_pakistan_tentara_kashmir.shtml" platform="highweb"/> </link> tanggal 8 Januari yang menewaskan dua tentara India.
Dua tentara Pakistan juga dilaporkan tewas dalam bentrokan antara militer kedua negara itu pekan lalu di kawasan Kashmir yang menjadi sengketa.
Kekerasan di Kashmir ini merupakan ketegangan terburuk antara India dan Pakistan sejak serangan Mumbai 2008, yang dilakukan kelompok militan yang berbasis di Pakistan.
Kedua belah pihak membantah mereka yang memulai bentrokan senjata itu.
Pertemuan para komandan
Bagaimanapun Jenderal Singh menegaskan bahwa pihaknya tetap mengupayakan jalan dialog.
"Kami tetap ingin menjaga proses dialog dan juga mengkaji jalan terbaik untuk berkomunikasi dengan Pakistan namun serangan harus dihentikan."
Dan seorang juru bicara tentara India mengukuhkan bahwa para komandan militer lapangan kedua negara sudah bertemu sekitar setengah jam di sebuah tempat yang tidak disebutkan.
Ribuan orang tewas di kawasan Kashmir yang dikuasai India sejak maraknya pemberontakan bersenjata untuk menentang pemerintah India di kawasan itu pada tahun 1989.
India dan Pakistan mencapai kesepakatan gencatan senjata di Kashmir pada akhir tahun 2003.









