Akademisi Cina layangkan petisi reformasi

Lebih dari 70 akademisi dan pengacara terkenal Cina menyerukan kepada para pemimpin Partai Komunis untuk menempuh reformasi politik.
Seruan itu mereka tuangkan dalam petisi yang disusun oleh profesor dari Universitas Peking, Zhang Qianfan.
"Cina berisiko mengalami revolusi dan kekacauan bila tidak mengubah diri," kata Zhang seperti dikutip kantor berita AP.
Reformasi yang dimaksud dalam petisi di antaranya adalah perlindungan terhadap kebebasan berbicara dan kebebasan bagi rakyat untuk menentukan wakil mereka tanpa campur tangan Partai Komunis.
Petisi tersebut bernada lunak tetapi Zhang berharap pemerintah akan menerimanya.
Nilai universal
"Kami berharap petisi bisa diterima pemerintah dan bisa dimulai pembicaraan antara pemerintah dan rakyat dan masyarakat umum," kata Zhang.
Dia menuturkan ingin membangun permufakatan di antara berbagai faksi yang seringkali berbeda pandangan.
Salah satu penandatangan petisi adalah ekonom independen Dajun Zhong. Dia mengatakan kepada BBC bahwa para pemimpin Cina harus menghormati nilai-nilai universal sementara mempertahankan karakter nasional Cina.
Petisi dikeluarkan pada hari Natal (25/12) atau 40 hari setelah Partai Komunis menetapkan susunan pemimpin baru untuk periode lima tahun mendatang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying tidak memberikan tanggapan atas petisi baru itu tetapi dia menegaskan Cina tidak mengekang kebebasan media.









