Identitas polwan penembak di Afghanistan terungkap

Pemerintah Afghanistan mengatakan polisi wanita yang menembak penasehat keamanan Amerika Serikat di markas polisi Senin kemarin (24/12) adalah warga Iran yang menyalahgunakan kartu identitas untuk bergabung ke kepolisian.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Sediq Sediqqi mengatakan polisi wanita itu menikah dengan seorang polisi Afghanistan 10 tahun lalu.
"Perempuan (yang menembak penasehat keamanan warga Amerika) adalah warga negara Iran. Dokumen-dokumen yang diperoleh polisi, seperti yang tertera dalam salinan paspor ini, menunjukkan bahwa dia adalah warga negara Iran," kata Sediq Sediqqi dalam jumpa pers di Kabul, Selasa, 25 Desember.
Menurut Sediq Sediqqi, setelah menikah, perempuan yang bernama Nargis itu menggunakan kartu identitas suaminya sebagai penjamin untuk mendapatkan kartu identitas Afghanistan.
"Tetapi dia mendapatkan kartu identitas palsu. Penyelidikan kami menunjukkan kartu identitasnya didapat secara ilegal dan digunakan untuk bergabung ke angkatan kepolisian," kata Sediqqi.
'Lelah hidup'
Fakta lain yang terungkap, lanjut Sediqqi, polwan itu mengalami gangguan mental dan tidak normal.
Kepala Bareskrim Mabes Polisi Afghanistan Mohammad Zaher mengatakan Nargis masuk ke angkatan kepolisian lima tahun setelah menikah dengan pria Afghanistan.
Polwan itu mengaku lelah menghadapi hidup dan ingin membunuh gubernur atau kepala kepolisian.
"Tetapi ketika dia gagal masuk markas polisi, dia menembak warga asing yang berada di dekat kantin," kata Zaher.
Penasehat warga Amerika Serikat yang ditembak polwan bekerja untuk kontingen pasukan asing di Afghanistan.









