PM Italia Mario Monti resmi mundur

monti
Keterangan gambar, Monti menjabat Perdana Menteri Italia hanya dalam waktu satu tahun.

Mario Monti resmi mundur sebagai Perdana Menteri Italia, sesuai janji untuk lepas jabatan setelah anggarannya diterima parlemen.

Parlemen sebelumnya meloloskan anggaran 2013 yang dibuat pemerintahan Monti melalui pemungutan suara dengan 309 suara setuju dan 55 menolak.

Sebuah pengumuman apakah Monti akan ambil bagian dalam pemilu Februari mendatang kemungkinan akan disampaikan dalam keterangan pers Minggu (23/12).

Monti membentuk sebuah pemerintahan teknokrat tahun lalu.

Tetapi, Partai Kebebasan Rakyat pimpinan pendahulunya, Silvio Berlusconi, menarik dukungan dari kabinetnya bulan ini.

Berlusconi sendiri yang telah tiga kali menjabat perdana menteri mengaku akan kembali bertarung dalam kampanye pemilihan mendatang.

Ketidakjelasan politik di Italia, ekonomi terbesar ketiga di zona euro, menimbulkan ketidakpastian bagi para investor.

'Sulit dan sangat menarik'

Monti pergi ke istana kepresidenan usai rapat kabinet Jumat dini hari untuk menyerahkan pengunduran dirinya kepada Presiden Giorgio Napolitano.

Presiden Napolitano menerima pengunduran dirinya dan meminta Monti untuk tetap sebagai kepala pemerintahan sementara hingga pemilu yang diperkirakan akan berlangsung 24 Februari 2013.

Tanggal pasti pemilu akan diputuskan setelah Presiden Napolitano membahasnya dengan para pemimpin politik Sabtu (22/12) dan membubarkan dua kamar parlemen.

Dalam pidato terakhirnya sebelum mundur, Monti mengatakan 13 bulan masa jabatannya sebagai hal yang ''sulit dan sangat menarik''.

"Pekerjaan yang kita lakukan... telah membuat negara ini lebih dipercaya.. lebih bersaing dan menarik bagi investor asing,'' katanya di hadapan diplomat asing di Roma.

Jajak pendapat saat ini mengunggulkan Partai Demokrat di bawah pimpinan Pierluigi Bersani, akan memenangkan porsi terbesar suara dalam pemilihan.

Sejak berkuasa dengan jajaran menteri non-partai, Monti mengeluarkan kebijakan penghematan anggaran dan berargumentasi bahwa pemotongan belanja negara dan pajak telah menghindarkan negara dari bencana.