Korea Utara rayakan kesuksesan peluncuran roket

Hari ini warga Korea Utara berkumpul di Pyongyang dalam sebuah aksi massa merayakan kesuksesan peluncuran roket jarak jauh pada Rabu (12/12) lalu.
Televisi negara menayangkan kerumuman massa merayakan peluncuran yang dikecam oleh banyak negara karena masih dilarang melakukan uji coba teknologi rudal.
Dalam tayangan juga ditunjukkan pejabat Korea Utara mendengarkan pidato ucapan selamat atas peluncuran.
Sementara itu Korea Selatan mengatakan telah mengumpulkan serpihan roket yang jatuh dan akan mempelajari teknologi yang digunakan.
"Kendaraan penyelamatan laut dalam Angkatan Laut mengumpulkan serpihan roket tahap pertama sekitar pukul 00:26 dan membawanya ke pangkalan Komando Dua di Pyeongtak,'' demikian kantor berita Yonhap mengutip pejabat kementerian pertahanan Korsel.
Serpihan ini akan ''menjadi materi yang berguna untuk analisis'', kata seorang juru bicara kementerian lainnya.
Serpihan roket pertama jatuh di semenanjung Korea dan tak lama kemudian berhasil ditemukan angkatan laut Korea Selatan.
'Pendirian teguh'
Ini merupakan kesuksesan pertama Korea Utara dalam penggunaan tiga tahap roket untuk membawa sebuah satelit ke orbit.
Korea Utara Jumat (14/12) menyatakan peluncuran berikutnya masih akan berlangsung.
Pernyataan ini disampaikan Kim Jong-un sebagaimana dilaporkan kantor berita Korea Utara KCNA.
Korea Utara ''Menunjukkan pendirian teguh kepada dalam dan luar negeri... melatih hak negara menggunakan ruang angkasa untuk kepentingan damai,'' kata Kim Jong-un.
AS menyatakan menggelar pertemuan dengan sejumlah negera kunci untuk merespon peluncuran tersebut.
''Kami bekerja, baik bersama rekan enam pihak dan Dewan Keamanan PBB - Cina masuk dalam dua kategori tersebut - terkait respon yang jelas dan kredibel atas apa yang telah dilakukan Korea Utara,'' kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland.
Dewan Keamanan PBB mengecam peluncuran tersebut dengan menyebut bahwa tes rudal melanggar dua resolusi PBB yang melarang Pyongyang melakukan aktivitas tersebut pasca uji coba nuklir 2006 dan 2009.
AS, Korea Selatan dan Jepang - yang meyakini Korea Utara tengah membangun rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir - menginginkan adanya sanksi yang lebih berat pasca peluncuran roket pekan ini.
Tetapi Cina - sekutu utama Korea Utara - mengatakan setiap respon dari PBB harus ''kondusif untuk perdamaian'' dan mencegah peningkatan tensi.









