Korea Utara kembali luncurkan roket

north korea rocket
Keterangan gambar, Peluncuran roket pertama kali dilakukan bulan April

Korea Utara meluncurkan roket dan melanggar peringatan internasional, kata Korea Selatan dan Jepang.

Roket tiga tahap itu diluncurkan pada pukul 09.49 waktu setempat (07:49 WIB).

Laporan mengindikasikan bahwa roket itu mengikuti jalur luncur dengan tahapan di sejumlah lokasi.

Korea Utara mengatakan roket itu berfungsi untuk meluncurkan satelit ke luar angkasa, namun beberapa negara mengatakan peluncuran itu untuk menyamarkan pengembangan peluru kendali jarak jauh.

Peluncuran pertama dilaksanakan April lalu namun roket itu hancur setelah lepas landas.

Tidak ada komentar apa pun dari Korea Utara mengenai peluncuran ini, yang terjadi hanya dua hari setelah negara komunis itu memperingatkan bahwa masalah teknis dapat menyebabkan peluncuran diundur.

Hal ini juga terjadi sepekan sebelum pemilihan presiden Korea Selatan dan satu tahun pasca kematian Ketua Kim Jong-il yang meninggal dunia pada 17 Desember 2011.

'Sangat disesalkan'

Roket itu lepas landas dari pantai barat Korea Utara dan dijadwalkan melewati semenanjung Korea dan Cina dengan tahap kedua di Filipina sebelum satelit meluncur ke orbit.

Pemerintah Jepang yang telah menyiagakan pasukan keamanannya mengatakan roket itu tampaknya telah melalui wilayah prefektur Okinawa, di selatan pulau utama Jepang.

Jepang mengancam akan menembak apa pun yang jatuh di teritori mereka, mengerahkan kapal Angkatan Laut dan memasang radar peluru kendali darat.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bagian pertama roket jatuh di Laut Kuning. Jepang mengatakan ditemukan serpihan yang jatuhdi Filipina.

Juru bicara pemerintah Jepang mengatakan tindakan Korea Utara "sangat disesalkan" dan merupakan sesuatu yang "tidak bisa ditolerir Jepang."

Sedangkan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak meminta pertemuan darurat dengan para penasihat utamanya.