Sanksi baru Uni Eropa atas Suriah

Terbaru  15 Oktober 2012 - 19:16 WIB
Uni Eropa

Pertemuan Menlu Uni Eropa di Luksemburg menjatuhkan sanksi kepada Suriah dan Iran.

Uni Eropa sudah mengeluarkan sanksi baru atas pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dan para pendukungnya.

Sanksi terbaru ini mencakup pembekuan aset dan larangan perjalanan atas 28 warga Suriah dan dua perusahaan.

Diumumkan dalam pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa di Luksemburg, Senin 15 Oktober, sanksi terbaru merupakan yang ke-19 sejak konflik Suriah marak tahun lalu.

Hingga saat ini lebih dari 181 individu, sebagian besar adalah orang-orang yang berada di lingkaran dalam Presiden Assad, dan 54 perusahaan Suriah masuk dalam daftar hitam Uni Eropa.

Bersamaan dengan sanksi baru atas pemerintahan Suriah tersebut, Uni Eropa juga memberlakukan larangan bagi warganya untuk membeli, mengapalkan, menjamin asuransi, atau memberi bantuan dengan cara apa pun kepada perusahaan-perusahaan Suriah yang melakukan perdagangan senjata maupun dalam transportasinya.

Adapun identitas dari individu yang terkena sanksi baru akan diumumkan Selasa (16/10) dalam Jurnal Resmi Uni Eropa.

Namun sumber-sumber diplomatik mengatakan sasaran sanksi adalah mereka yang terkait dengan kekerasan dalam menghadapi pengunjuk rasa sipil dan perusahaan yang dituduh memasok peralatan yang digunakan pemerintah dalam memberangus aksi unjuk rasa.

Seruan gencatan senjata

Lakhdar Brahimi

Lakhdar Brahimi menyerukan gencatan senjata empat hari saat Idul Adha pekan depan.

Presiden Assad sejauh ini masih belum memperlihatkan tanda-tanda terpengaruh oleh sanksi Uni Eropa antara lain karena masih mengalirnya dukungan dari Rusia.

Embargo yang diterapkan Uni Eropa atas pemerintah Damaskus saat ini antara lain dalam impor minyak dan investasi perminyakan maupun larangan perdagangan emas dan logam mulia lain.

Dewan Keamanan PBB tidak berhasil menjatuhkan sanksi atas pemerintah Suriah karena selalu ditentang Rusia dan Cina, yang memiliki hak veto.

Para menteri luar negeri Uni Eropa yang bertemu di Luksemburg juga menjatuhkan sanksi baru atas Iran sehubungan dengan progam nuklirnya. Para wartawan melaporkan sanksi terhadap sektor perbankan dan perkapalan itu merupakan yang terberat sejauh ini.

Sementara itu Utusan PBB untuk Suriah, Lakhdar Brahimi, menyerukan gencatan senjata selama empat hari saat hari raya Islam, Idul Adha, yang akan jatuh pekan depan.

Hal tersebut disampaikan Brahimi di ibukota Irak, Baghdad, setelah sebelunmya berkunjung ke Iran, Arab Saudi, dan Turki untuk membahas krisis Suriah. Dia diperkirakan akan berkunjung Suriah usai melakukan lawatan ke kawasan Timur Tengah.

Sejak unjuk rasa menentang kepemimpinan Presiden al-Assad marak setahun, diperkirakan jatuh korban 33.000 jiwa dan sebagian besar adalah penduduk sipil.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>