
Turki menghentikan pesawat Suriah karena dituduh membawa barang ilegal untuk kepentingan militer.
Pesawat yang melayani penerbangan sipil asal Turki kini tidak boleh lagi melakukan penerbangan melewati wilayah udara Suriah.
Pemerintahan Suriah di Damaskus menyampaikan hal itu ditengah ketegangan yang terjadi diantara dua negara bertetanggga tersebut.
Larangan yang dikeluarkan oleh Damaskus ini mulai berlaku pada Sabtu Tengah malam waktu setempat.
Kebijakan ini dikeluarkan tidak lama setelah Turki melakukan aksi pencegatan pesawat milik Suriah.
Angkatan Udara Turki memaksa pesawat milik Suriah untuk mendarat karena dituduh membawa peralatan asal Rusia yang akan digunakan untuk memperkuat militer negara itu.
Suriah sendiri telah membantah tuduhan Turki dan menantang pemerintahan di Angkara untuk menunjukan barang sitaan yang ada di pesawat itu kepada publik.
Keterlibatan Turki
Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan bahwa larangan terbang bagi pesawat sipil asal Turki merupakan balasan atas langkah yang dilakukan oleh Angkara.
Ketegangan hubungan antara Turki dan Suriah terus berlanjut pasca insiden bersenjata di perbatasan yang mengakibatkan tewasnya lima warga Turki.
Pemerintah Turki sendiri telah mempunyai sikap dalam menanggapi konflik yang terjadi di Suriah.
Angkara mendukung keberadaan kelompok oposisi dan telah meminta Presiden Bashar al-Assad untuk mundur dari jabatannya.
Sementara dalam perkembangan yang lain, PM Turki Racep Tayip Erdogan dalam konfrensi pers di Istanbul mengatakan kekeliruan PBB dalam menangani konflik di Suriah telah memberikan semacam lampu hijau bagi Presiden Assad untuk membunuh puluhan bahkan ratusan orang setiap harinya di negara itu.
Wartawan BBC di Turki, James Reynolds mengatakan meskipun Turki tidak terlibat perang dengan Suriah namun keterlibatan mereka dalam konflik yang terjadi di negara yang dikuasai Assad itu terus meningkat.






