Turki membalas larangan terbang atas pesawat Suriah

Terbaru  14 Oktober 2012 - 22:42 WIB
Maskapai Turkey Airlines

Maskapai Turkey Airlines sudah dilarang memasuki wilayah udara Suriah.

Turki memberlakukan larangan terbang bagi pesawat sipil Suriah di wilayah udaranya sebagai balasan atas tindakan Suriah memberlakukan hal serupa kepada Turki.

Keputusan Ankara ini memperlihatkan ketegangan antara kedua negara yang semakin meningkat sejak tewasnya warga Turki akibat tembakan meriam dari Suriah, dua pekan lalu.

Suriah sebelumnya melarang pesawat sipil Turki memasuki wilayah udaranya mulai Sabtu (13/01) tengah malam.

Pemerintah Ankara kemudian membalas dengan memberlakukan larangan serupa yang disampaikan kepada pemerintah Suriah Sabtu malam, walau baru diumumkan Minggu 13 Oktober.

"Kemarin (Sabtu) kami menutup wilayah udara kami untuk penerbangan sipil Suriah seperti yang sudah kami lakukan sebelumnya untuk pesawat militer Suriah," tutur Menteri Luar Negeri, Ahmet Davutoglu kepada para wartawan.

"Seperti yang kami temukan, penerbangan sipil sudah disalahgunakan oleh Kementrian Pertahanan Suriah untuk membawa barang-barang militer, kami sudah mengirim pesan ke pihak Suriah kemarin," tambahnya.

Eskalasi ketegangan

"Kemarin (Sabtu) kami menutup wilayah udara kami untuk penerbangan sipil Suriah seperti yang sudah kami lakukan sebelumnya untuk pesawat militer Suriah."

Ahmet Davutoglu

Larangan yang diberlakukan kedua negara atas masing-masing penerbangan sipil ini memperlihatkan ketegangan yang semakin bereskalasi antara kedua negara yang bertetangga itu.

Wartawan BBC di perbatasan Turki-Suriah, James Reynolds, melaporkan walau Turki sudah menegaskan tidak ingin terlibat peranag dengan Suriah, namun jelas semakin terlibat dalam konflik internal di Suriah.

Hubungan Suriah dan Turki memburuk setelah pemerintah Ankara secara terbuka mengecam kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad, yang sedang menghadapi perlawanan dari rakyatnya sendiri.

Suriah kemudian melepas beberapa tembakan meriam ke wilayah Turk tanpa menimbulkan korban jiwa, namun serangan Jumat 3 Oktober menewaskan lima warga Turki di kota perbatasan Akcakale.

Turki kemudian melancarkan serangan balasan sementara parlemen di Ankara mensahkan operasi militer khusus untuk memasuki wilayah Suriah.

Pekan lalu ketegangan memuncak ketika sebuah pesawat Suriah -dalam perjalanan dari Moskow ke Damaskus- dipaksa mendarat oleh pihak berwenang Turki dan sebagian barang bawannya disita.

Pemerintah Turki kemudian mengumumkan terdapat barang yang 'ilegal' di dalam pesawat tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>