DK PBB mengecam serangan meriam Suriah ke Turki

Terbaru  5 Oktober 2012 - 16:40 WIB
Akcakale

Serangan meriam Suriah ke kota Akcakale di Turki menewaskan lima warga sipil.

Dewan Keamanan PBB mengecam serangam meriam Suriah ke sebuah kota perbatasan di Turki, Akcalale, yang menewaskan lima warga sipil.

Pernyataan DK PBB menyebutkan serangan itu menggarisbawahi dampak besar dari krisis Suriah terhadap 'perdamaian dan stabilitas kawasan'.

Disebutkan juga agar pelanggaran atas hukum internasional tersebut segera dihentikan dan tidak terulang kembali.

Wartawan BBC di PBB, Barbara Plett, melaporkan pernyataan tersebut dicapai setelah melakukan kompromi dengan Rusia, yang merupakan pendukung rezim pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Dalam rancangan pernyataan awal, rujukan yang digunakan adalah 'perdamaian dan keamanan internasional' namun hal itu ditolak oleh Rusia dan Suriah.

Namun Rusia tidak berhasil saat mengusulkan kalimat yang ditujukan untuk menyeimbangkan serangan meriam Suriah itu dengan tanggapan militer yang dilakukan Turki.

Parlemen Turki pada hari Kamis (04/10) menyetujui tindakan militer ke dalam perbatasan Suriah walau Perdana Menteri Turki, Recp Tayyip Erdogan, menegaskan negaranya tidak ingin berperang dengan Suriah.

Mengecam PBB

Tentara Suriah

Parlemen Turki sudah menyetujui operasi militer ke kawasan Suriah.

Sementara itu Duta Besar Suriah untuk PBB, Basha Jaafari, menyatakan pemerintah Damaskus tidak mengupayakan eskalasi situasi dengan Turki.

Dan dia mengecam DK PBB yang dianggap tidak memberikan suara dalam 'serangan teroris yang menghantam Aleppo' yang menewaskan belasan warga Suriah pada hari yang sama dengan terjadinya serangan meriam ke perbatasan Turki.

Bagaimanapun seorang diplomat senior mengatakan serangan di Aleppo akan dibahas dalam pertemuan Jumat 5 Oktober.

Jaafari menambahkan negaranya menyampaikan duka cita atas kematian lima warga Turki namun bukan permintaan maaf karena penyelidikan atas insiden tersebut belum selesai.

Turki secara terbuka mengkritik kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad sejak aksi unjuk rasa antipemerintah marak lebih dari setahun lalu.

Selain itu pemerintah Ankara juga menyatakan dukungan kepada kelompok perlawanan dan meminta agar rezim Damaskus mengundurkan diri.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>