Peralihan kekuasan di Libia dari NTC ke Majelis Nasional

Gedung Majelis Nasional Libia

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Gedung Majelis Nasional Libia, yang akan menunjuk pemerintah baru.

Dewan Transisi Nasional Libia, NTC, sudah menyerahkan kekuasaan kepada majelis yang baru terpilih, setahun setelah jatuhnya Muammar Gaddafi.

Upacara di ibukota Tripoli itu ditandai dengan pengalihan kekuasaan dari Ketua NTC, Mustafa Abdul Jalil, kepada anggota Majelis Nasional yang paling tua, Mohammed Ali Salim.

Dengan demikian NTC -yang dibentuk pada masa revolusi tahun lalu- resmi dibubarkan.

Majelis Nasional Libia yang beranggotakan 200 orang kelak akan memilih pemerintah yang berkuasa hingga pemilihan yang baru akan dilakukan setelah penyusunan konstitusi baru.

Penyerahan kekuasaan dilakukan Rabu (08/08) malam waktu setempat berhubung berlangsung pada bulan Ramadan. Keamanan ditingkatkan di ibukota Tripoli menjelang upacara tersebut.

Akan memilih ketua

Majelis yang terpilih pada tanggal 7 Juli lewat pemilihan pertama yang adil dan seimbang terdiri dari campuran berbagai anggota partai politik maupun kelompok independen.

Dari 80 kursi yang berasal dari partai, sebanyak 39 di antaranya merupakan anggota Aliansi Kekuatan Nasional yang dipimpin Perdana Menteri sementara, Mahmoud Jibril.

Masalah keamanan tampaknya merupakan hal yang harus dipecahkan oleh pemerintah yang baru mengingat sejumlah kelompok milisi masih memiliki pengaruh yang kuat.

Hari Senin (06/08) para anggota majelis sudah mencapat kesepakatan untuk memilih ketua majelis dan dua wakilnya dalam waktu seminggu.

Kolonel Muammar Gaddafi berkuasa di Libia sejak tahun 1969 dan memerintah secara otoriter hingga digulingkan dan tewas tahun lalu.

Sebelum tanggal 7 Juli, pemilihan terakhir di negara itu dilaksanakan pada tahun 1965 namun partai politik tidak diizinkan untuk berpartisipasi.