Libia gelar pemilu majelis nasional

Libia gelar pemilu yang pertama sejak sekitar lima puluh tahun terakhir.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Libia gelar pemilu yang pertama sejak sekitar lima puluh tahun terakhir.

Rakyat Libia hari ini akan memberikan suaranya untuk memilih anggota majelis nasional atau parlemen, yang merupakan pemilu pertama kali sejak 1964.

Lebih dari tiga ribu calon anggota majelis nasional akan bersaing untuk memperebutkan 200 kursi majelis. Selain mewakil parpol, mereka merupakan calon independen.

Majelis Nasional akan menggantikan Dewan Transisi Nasional yang dibentuk setelah penggulingan Muammar Gaddafi sekitar sembilan bulan lalu.

Sejumlah laporan menyebutkan, ada sekitar dua juta orang yang memiliki hak suara dari sekitar enam juta penduduk Libia.

Diwarnai kerusuhan

Majelis Nasional nantinya akan mengendalikan negara selama masa transisi 18 bulan, yang kemudian akan menunjuk perdana menteri yang baru serta memilih anggota dewan konstitusi.

Dewan konstitusi inilah yang akan menyusun konstitusi baru, yang diawali referendum tentang isi rancangan konstitusi baru tersebut.

Pemungutan suara untuk memilih majelis nasional ini, seperti dilaporkan wartawan BBC Rana Jawad, sempat diwarnai kekhawatiran setelah kerusuhan sempat terjadi di wilayah timur Libia.

Kerusuhan ini terjadi setelah warga Libia di wilayah timur, yang dikenal sebagai wilayah kaya minyak, memprotes jatah kursi yang dianggap lebih sedikit jika dibanding di wilayah Libia barat dan Tripoli.