Ekstradisi bekas perdana menteri Libia ilegal

al-Baghdadi al-Mahmoudi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Al-Baghdadi al-Mahmoudi kabur ke Tunisia di saat puncak perlawanan terhadap Gaddafi.

Presiden Tunisia Moncef Marzouki mengatakan ekstradisi mantan perdana menteri Libia al-Baghdadi al-Mahmoudi dari negerinya adalah langkah 'ilegal'.

Kantor Kepresidenan Tunisia dalam pernyataan resminya menyebut keputusan mengekstradisi al-Mahmoudi, 70, diambil tanpa konsultasi dan persetujuan presiden.

Selain itu, keputusan mengekstradiri al-Mahmoudi dikhawatirkan akan memperngaruhi kebijakan luar negeri yang di luar kendali Presiden Tunisia.

"Ekstradisi itu mengancam citra Tunisia di mata dunia internasional. Tunisia terlihat seperti sebuah negara yang tidak menghargai prinsip sistem pengadilan yang adil," lanjut pernyataan kantor Kepresidenan Tunisia.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia meminta pemerintah Tunisia tidak mengekstradisi al-Mahmoudi karena dikhawatirkan akan mendapatkan perlakuan buruk di Libia.

Awal tahun ini, Presiden Marzouki berjanji untuk menyerahkan al-Mahmoudi asalkan Libia memberi jaminan sidang yang adil.

Namun pada Mei lalu, Presiden Marzouki menyatakan pada dasarnya pemerintah Tunisia menentang opsi ekstradisi.

Pernyataan berbeda

Tetapi, sebuah pernyataan berbeda muncul dari pemerintah Tunisia yang menyatakan keputusan ekstradisi seseorang tak memerlukan persetujuan presiden.

Pernyataan itu mengatakan keputusan ekstradisi dilakukan setelah laporan delegasi Tunisia di Libia yang melaporkan Libia telah memenuhi syarat proses peradilan yang adil.

Al-Baghdadi al-Mahmoudi melarikan diri ke Tunisia saat perlawanan terhadap mantan pemimpin Libia Kolonel Moammar Gaddafi memuncak tahun lalu.

Al-Mahmoudi menjadi perdana menteri sejak 2006 dan melarikan diri ketika pasukan pendukung Gaddafi tidak bisa mempertahankan Tripoli.

Pemerintah Tunisia kemudian menahan Al-Mahmoudi karena memasuki negeri itu secara ilegal dan dijatuhi hukuman penjara enam bulan.

Meski akhirnya hukuman ini dibatalkan, Al-Mahmoudi tetap ditahan menyusul permohonan ekstradisi dari pemerintah Libia.

Kuasa hukum Al-Mahmoudi mengkhawatirkan keselamatan kliennya karena dia memiliki banyak pengetahuan soal rahasia peemrintahan Gaddafi.