Pembantaian baru di Suriah, 86 tewas

Peta Suriah

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, Aktivis kemanusiaan mengklaim terjadi pembantaian baru di desa Qubair, Provinsi Hama.

Para aktivis kemanusiaan di Suriah mengklaim tragedi pembantaian kembali terjadi di negeri itu, kali ini terjadi di desa Qubair dan Maarzaf, Provinsi Hama.

Di kedua desa ini, para aktivis menyebut 20 anak-anak dan 20 orang perempuan berada di antara 86 korban tewas. Dan 35 orang di antaranya berasal dari satu keluarga.

Kedua desa yang terletak 20km dari kota Hama, masih menurut para aktivis, dihujani bom oleh pasukan pemerintah yang menggunakan tank sepanjang Rabu (6/6) malam waktu setempat.

Tetapi sebagian besar pembunuhan di Qubair diduga dilakukan Shabiha, kelompok milisi pro pemerintah yang datang dari desa tetangga pendukung pemerintah.

Anggota milisi ini menembak korban dari jarak dekat dan menikam sebagian korban, termasuk perempuan dan anak-anak berusia di bawah dua tahun.

Milisi kemudian memasukkan sejumlah jenazah ke rumah-rumah yang kemudian dibakar. Shabiha juga membawa pergi beberapa orang.

"Mereka mengeksekusi hampir semua orang di desa itu. Hanya sedikit yang bisa kabur. Sebagian besar dibantai menggunakan pisau dengan cara yang sangat buruk," kata seorang aktivis di Hama kepada BBC.

"Warga yang selamat tak mampu menyelamatkan korban luka kerena mereka sangat miskin. Mereka adalah orang Badui yang tak memiliki fasilitas kesehatan," tambah dia.

"Sejumlah kecil warga yang berhasil kabur adalah mereka yang bisa menceritakan kepada dunia kejahatan mengerikan itu," papar sang aktivis.

Aktivis lainnya Musab al-Hammadi kepada BBC mengatakan pemeirntah Assad tengah memainkan kartu terakhirnya.

"Rezim Assad sedang memainkan kartu terakhirnya yaitu dengan menyerang pedesaan," kata al-Hammadi.

Suriah tuding 'teroris'

Pengamat PBB

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pasukan pengamat PBB digugat karena tak melakukan banyak hal di Suriah.

Seperti biasa, pemerintah Suriah membantah pembantaian itu dilakukan pasukannya atau milisi pro pemerintah. Rezim Assad lagi-lagi menuding 'kelompok teroris' menjadi dalang pembantaian ini.

Sementara itu, televisi pemerintah Suriah mengutip sumber resmi mengatakan pasukan keamanan menanggapi permohonan warga telah meluncurkan serangan ke basis teroris di Qubair.

Pemerintah Suriah mengatakan pasukan keamanan menemukan jenazah perempun dan anak-anak dalam keadaan terikat di desa itu.

Pemerintah menyatakan mereka dieksekusi sekitar pukul 10.00 saat kelompok teroris bersenjata masih menguasai desa tersebut.

Dalam sebuah pernyataan di televisi pemerintah seperti dikutip AFP, pemerintah Suriah mengatakan teroris melakukan kejahatan yang mengerikan.

"Laporan media massa juga berkontribusi atas pertumpahan darah di Suriah," tambah pernyataan itu.

Dari Beirut, Lebanon wartawan BBC Jim Muir melaporkan hingga saat ini tidak ada sumber independen atau rekaman video yang bisa memastikan kejadian terbaru ini.

Muir menambahkan kabar pembantaian Houla terkuak dengan cara yang serupa. Awalnya aktivis kemanusiaan yang mengabarkan dan kemudian dipastikan pengamat PBB di lapangan.

Saat ini terdapat 297 anggota pengamat militer tak bersenjata di Suriah untuk memastikan rencana gencatan senjata yang diusulkan utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan bisa diimplementasikan.

Dengan kondisi ini maka orgasisasi pengamat Hak Asasi Suriah yang berbasis di Inggris mendesak penyelidikan atas kabar ini harus segera dilakukan.

"PBB tak bisa menunggu esok hari untuk menyelidiki kabar pembantaian baru ini," kata organisasi itu dalam pernyataan resminya.

"PBB tak boleh bersembunyi di balik alasan hanya memantau gencatan senjata, sebab banyak pembantaian di Suriah yang justru terjadi saat mereka berada di sana," tambah organisasi itu.