Pemerintah Libia kembali menguasai bandara Tripoli

Bandara Tripoli: Infastruktur Libia rusak parah pasca revolusi anti Gaddafi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Bandara Tripoli: Infastruktur Libia rusak parah pasca revolusi anti Gaddafi

Tentara Libia kembali merebut kendali di bandara utama di Tripoli, setelah milisi bersenjata menyerbu landasan pacu dan menuntut pembebasan pemimpin mereka.

Puluhan anggota milisi bernama brigade al-Awfia yang mengemudikan truk lapis baja ke landasan pacu dan memaksa pengalihan penerbangan telah ditangkap, kata wakil menteri dalam negeri Libia.

Sebelumnya suara tembakan terdengar ketika tentara dan milisi lain memasuki bandara untuk menyingkirkan brigade tersebut.

al-Awfia menolak meninggalkan bandara hingga tuntutan mereka terpenuhi.

Tidak diketahui bagaimana ketegangan itu diselesaikan dan apakah pemerintah membuat kesepakatan dengan milisi.

Wartawan BBC Rana Jawad di Tripoli sebelumnya menyaksikan kendaraan-kendaraan lapis baja membawa pasukan keamanan dan miliisi dari berbagai brigade memasuki bandara untuk mengusir kelompok tersebut.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa, meski Omar Khadrawi, wakil menteri dalam negeri Libia mengatakan satu hanggar meledak dan sebuah lapangan dibakar.

"Pemerintah memiliki kendali penuh atas bandara," kata Khadrawi pada wartawan di Tripoli.

Ia menyebut milisi yang merebut landasan pacu sebagai penyabot.

Komandan diculik

Kelompok yang berasal dari kota Tahrouna di Libia barat tersebut melakukan aksi itu sebagai protes atas menghilangnya salah satu komandan mereka.

Keberadaan pria itu atau siapa penculiknya belum diketahui.

"Salah satu pemimpin mereka kemarin datang ke Tripoli dengan dua tank, dan di satu titik inspeksi mereka tidak menemukan dokumen apa pun...jadi mereka mengambil senjata dan tank milik lelaki itu," kata Mohammed el Harezi, juru bicara pemerintah Libia pada BBC.

"Tiba-tiba, lelaki itu diculik, ia menghilang. Dan inilah kelompok yang mendukungnya. Mereka datang ke bandara dan meminta agar ia dibebaskan dan mereka berpikir ia berada di bandara," kata Herezi.

Sumber-sumber di bandara mengatakan pada BBC bahwa sedikitnya tiga maskapai harus membatalkan penerbangan mereka.

Beberapa maskapai internasional kembali menerbangkan pesawat dari dan ke Libia sejak berakhirnya konflik yang menumbangkan Muammar Gaddafi.