PBB kecam 'kekejaman' di Suriah

Sumber gambar, AP
Pembunuhan lebih dari 100 orang warga sipil pekan lalu di Houla, Suriah dapat disamakan dengan kejahatan terhadap kemanusiaan, kata Komisaris PBB untuk Hak Asasi Manusia, Navi Pillay.
Navi Pillay mendesak komunitas internasional untuk berupaya dan menjamin agar mereka yang berada di balik "kekejaman" bertanggung jawab.
Nona Pillay mengatakan hal itu dalam pertemuan darurat Dewan HAM PBB di Jenewa hari Jumat, 1 Juni.
"Sekali lagi, saya mendesak Dewan Keamanan (PBB) untuk mempertimbangkan agar kasus Suriah ini diajukan ke Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC)," kata Pillay.
Sebelumnya, pihak oposisi mengatakan terjadi pembunuhan masal lagi oleh milisi propemerintah.
Beberapa video yang diterbitkan di internet menunjukkan mayat sejumlah pria dengan luka tembak di perut dan kepala, konsisten dengan tembakan dari jarak dekat.
Kofi Annan kecewa
Pernyataan aktivis itu tidak dapat dipastikan secara independen namun pengamat PBB di lapangan dapat memastikan terdapat dua kali klaim serupa minggu ini.
Dewan HAM PBB, yang merupakan badan hak asasi tertinggi dunia, memulai pertemuan darurat Jumat (01/06) untuk membicarakan kekerasan di Suriah.
Pertemuan ini adalah yang keempat oleh Dewan HAM PBB sejak pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad pecah Maret 2011.
Penyelidikan pemerintah Suriah atas pembunuhan massal di Houla menuding pemberontak bersenjata yang bertanggung jawab.
Kantor Navi Pillay melaporkan Selasa lalu, para penyidik PBB mengatakan sebagian besar dari 108 korban itu ditembak dari jarak dekat atau ditusuk.
Utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan, mengatakan ia kecewa karena berlanjutnya kekerasan di negara itu walaupun semua pihak menerima rencana perdamaian yang mencakup gencatan senjata April lalu.









