Israel pulangkan jasad warga Palestina

Palestina

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Foto Hebah Daragmeh, putri Fatemah Daragmeh yang ditahan oleh Israel sejak 2003.

Jasad lebih dari 90 orang Paletina yang tewas dalam serangan melawan Israel hari ini (31/05) diserahkan ke Otorita Palestina di Ramallah.

Di antara kerangka jenazah yang diserahkan termasuk pelaku ledakan bom bunuh diri dan para militan yang tewas dalam operasi 1975.

Pemulangan kerangka jenazah warga Palestina merupakan bagian dari kesepakatan untuk menghentikan aksi mogok makan ratusan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Pejabat Israel mengatakan pengiriman itu sebagai sinyal untuk membangun rasa saling percaya.

Sebuah upacara khusus dilakukan di Ramallah, sebelum jenazah itu dikuburkan kembali.

Ibu dari salah seorang warga Palestina yang meninggal, Um Ramez Obeid, mengatakan pertukaran ini membuatnya "sangat bahagia".

"Kami menunggu peristiwa ini selama 16 tahun. Lebih banyak mereka bicara tentang kesepakatan untuk menyerahkan jenazah, kami sangat berharap jasadnya merupakan salah satu di antara kerangka jenazah yang diserahkan.

"Tuhan menghendaki mereka akan menyerahkan jenazah kepada kami, untuk dikuburkan di sebelah makam ayahnya. Kami akan mengunjungi dia, meski dia meninggal dan berada di kuburan, saya merasa dia kembali kepada saya."

Mogok makan

Pengembalian jenazah selama ini menjadi isu yang sensitif, dalam memulai perundingan, seperti disampaikan oleh wartawan BBC di Ramallah Jon Donnison.

Kematian mereka merupakan martir bagi Palestina, tetapi oleh Israel disebut teroris, dan jasad mereka digunakan untuk posisi tawar, jelas Donnison.

Sebelumnya, pada bulan ini tahanan Palestina di penjara Israel sepakat untuk mengakhiri mogok makan, yang telah berjalan selama lebih dari dua bulan.

Lebih dari 1.500 orang Palestina menolak makan untuk meminta perbaikan kondisi.

Ada kekhawatiran akan terjadi kekerasan dari warga Palestina jika ada tahanan yang meninggal.