Benyamin Netanyahu ragukan Iran akan hentikan program nuklir

Sumber gambar, AP
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan keraguannya kalau Iran akan sepakat untuk menghentikan progam senjata nuklirnya.
"Saya melihat tidak ada bukti-bukti apa pun bahwa Iran secara serius akan mengakhiri program senjata nuklirnya," tutur Netanyahu kepada para wartawan usai bertemu dengan Presiden Ceko, Vaclav Klaus, di Praha, Jumat 18 Mei.
Dia menambahkan tidak ada yang lebih baik dari penyelesaian atas program nuklir Iran melalui jalan diplomatik.
"Jika ini dicapai, saya yang pertama untuk bertepuk tangan. Namun sebelum itu, Anda bisa memasukkan saya ke dalam orang-orang yang meragukannya."
Keraguan ini diungkapkannya secara terbuka hanya tiga hari menjelang pertemuan kedua Badan Tenaga Atom Internasional, IAEA, dengan Iran.
Awal pekan ini, IAEA dan Iran juga menggelar pertemuan untuk membahas program nuklir Iran di Wina, yang dilaporkan mencapai kemajuan dan mengangkat semangat untuk pertemuan kedua, Senin 21 Mei.
Perundingan Wina
Bagaimanapun dalam kunjungan ke Praha, Netanyahu menuduh Iran akan menggunakan perundingan sebagai upaya untuk mengulur-ngulur waktu seperti -menurutnya- yang dilakukan Korea Utara selama beberapa tahun.
"Iran amat bagus dalam memainkan pertandingan catur," tuturnya.
Laporan-laporan menyebutkan salah satu yang ingin dicapai dalam pertemuan IAEA dan Iran di Wina adalah kesepakatan atas kerangka kerja untuk mengatasi kekhawatiran tentang kegiatan nuklirnya.
Iran menegaskan kesepakatan dalam hal tersebut harus dicapai lebih dahulu sebelum mereka mempertimbangkan permintaan IAEA untuk mengirim pengawas nuklir ke sarana militer Parchin, yang diyakini menjadi tempat uji coba yang relevan dengan pengembangan senjata nuklir.

Sumber gambar, AFP
Sementara IAEA sudah membuat jelas bahwa kesepakatan yang ditandatangani harus membuat lembaga itu bisa melakukan penyelidikan tanpa pembatasan apa pun.
Opsi tindakan militer?
Pertemuan antara IAEA dan Iran akan disusul dengan pertemuan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman dengan Iran pada 23 Mei di ibukota Irak, Baghdad.
Negara-negara Barat menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir walau beberapa kali pula Iran membantahnya dengan mengaku program nuklirnya untuk kepentingan damai.
Israel menuntut agar perundingan tentang program nuklir Iran bisa menghentikan semua pengayaan uranium, membawa ke luar cadangan uranium yang sudah diproses, dan melucuti sarana pengayaan uranium bawah tanah Iran di dekat kota Qom.
Walau Netanyahu tidak pernah menegaskan batas waktu bagi penghentikan nuklir Iran. para pejabat Israel sudah mengatakan waktu semakin sedikit untuk mencegah tindakan militer.
Amerika Serikat juga sudah pernah mengeluarkan pernyataan untuk menggunakan setiap opsi yang tersedia untuk mencegah Iran menghentikan pengembangan senjata nuklir.









