Iran gantung 'mata-mata' Israel

Sumber gambar, Reuters
Seorang pria yang dijatuhi hukuman karena membunuh ilmuwan nuklir Iran dua tahun lalu, telah digantung, menurut media resmi.
Majid Jamali Fashi, 24, dinyatakan bersalah membunuh Profesor Massoud Ali Mohammadi dengan meledakkan bom di luar kediamannya bulan Januari 2010.
Fashi juga dituduh menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad, dan menerima uang sebesar US$120.000 untuk pembunuhan itu.
Israel tidak mengeluarkan komentar atas tuduhan tersebut.
"Majid Jamali Fashi, mata-mata Mossad dan orang yang membunuh Masoud Ali Mohammadi, pakar nuklir bangsa kita, telah digantung Selasa pagi," lapor kantor berita Iran, Irna.
Profesor Massoud Ali Mohamamadi adalah pakar fisika di Universitas Tehran. Ia termasuk di antara sejumlah pakar nuklir yang tewas di Tehran dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk tujuan pemerintah
Iran berulang kali menuduh Israel dan Amerika Serikat mencoba merusak program nuklir mereka.
Amerika dan Israel percaya Iran mencoba mendapatkan teknologi untuk membangun senjata nuklir, namun Tehran membantah.
Iran mengatakan mereka mengembangkan program pengayaan uranium untuk tujuan damai.
Fashi, yang diadili dan dihukum bulan Agustus 2011, tampil di televisi Iran bulan Januari dan mengakui membunuh profesor itu.
Ia juga memberikan rincian tentang operasi intelijen yang pernah ia ikuti.
Sumber-sumber oposisi di Iran menuduh pemerintah membunuh Profesor Mohammadi karena ia adalah salah satu pendukung mereka.









