Afghanistan dihantam serangkaian serangan

kabul

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pasukan Nato menyerang sebuah bangunan yang dipakai Taliban bersembunyi dalam serangan Minggu (15/04).

Rangkaian serangan senjata dan roket berlangsung di Kabul dengan target kedutaan negara asing, markas Nato dan gedung parlemen.

Serangan ini merupakan yang terbesar dalam enam bulan terakhir yang juga berlangsung di provinsi Logar, Pakia dan Nangarhar.

Dalam serangan kali ini setidaknya dua anggota pasukan keamanan Afghanistan dan 17 milisi tewas.

17 anggota polisi dan sembilan warga sipil dilaporkan menderita luka-luka, sebagaimana disampaikan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

Serangan di Kabul dengan skala besar terakhir kali terjadi pada September 2011 ketika pemberontak bersenjata menguasai sebuah bangunan dan menembaki kedutaan AS dan markas Nato yang menyebabkan setidaknya 14 orang tewas.

Taliban mengatakan serangan hari Minggu (14/4) itu sebagai permulaan dari sebuah ''musim semi serangan''.

Musim serangan Taliban ini memang biasanya dimulai ketika cuaca menghangat terutama di kawasan perbatasan Pakistan, sehingga bisa membuat pemberontak menyeberang ke Afghanistan.

Lokasi target penyerangan kali ini diantaranya adalah kedutaan Inggris, yang diserang dua roket yang menghantam sebuah menara penjaga dan sebuah pelontar granat ditembakkan ke sebuah rumah yang dihuni diplomat Inggris.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengkonfirmasikan serangan tersebut dan menyebut tidak ada korban yang jatuh.

Menlu Inggris William Hague mengatakan dia mengecam ''keras'' serangan, dan memuji pasukan pemerintah Afghanistan yang merespon serangan dengan ''berani, tepat dan efektif''.

Serangan balik Parlemen

Asap terlihat membumbung di udara saat Taliban menyerang gedung parlemen.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Asap terlihat membumbung di udara saat Taliban menyerang gedung parlemen.

Sejumlah laporan menyebut ledakan dan tembakan masih terdengar di Kabul 12 jam setelah serangan dimulai siang pukul 12:15 waktu setempat.

Pemberontak masih menyerang di luar kota dan terdengar meneriakkan ''Kami akan tetap bertempur hingga mati,'' kata seorang pejabat Afghan kepada BBC News.

Mereka dilaporkan melawan pasukan keamanan Afghanistan dengan granat tangan dan pelempar granat di sejumlah perwakilan diplomatik.

Para penyerang menargetkan kedutaan Barat di kawasan pusat diplomatik dan sekitar parlemen dan juga menyerang pasukan asing di sisi timur kota.

Selain kedutaan Inggris, mereka juga menyerang kedutaan Jerman, hotel Kabul Star, markas pasukan internasional Nato (Isaf) dan gedung parlemen.

Sedangkan Jepang dan Rusia membantah serangan juga terjadi di kantor diplomat mereka meski serangan tersebut dekat dengan lokasi mereka.

Di parlemen sejumlah anggota parlemen ikut bertempur melawan para pemberontak, kata Naeem Hameedzai Lalai, salah seorang anggota parlemen Kandahar.

Kepada kantor berita AP dia mengatakan memanjat menara di gedung parlemen dan menembakkan senjata ke arah pemberontak.

"Saya menembak sekitar 400 hingga 500 peluru dari Kalashnikov saya ke penyerang,'' katanya. ''Mereka menembakkan dua pelontar granat ke parlemen.''

Sementara itu saksi mata, Mohammad Zakar, seorang teknisi berusia 27 tahun menceritakan sebuah serangan lain di Kabul.

"Mereka menembak seorang intelejen dan menewaskannya,'' katanya. ''Mereka juga menembak dan menewaskan seorang polisi Afghanistan dan kemudian melompat masuk ke bangunan. Semua toko langsung ditutup. Saya kabur.''

Petugas keamanan Afghanistan mengkonfirmasikan kepada BBC bahwa dua anggota mereka tewas.

Di timur Kabul, pasukan Prancis dilaporkan terlibat baku tembak dengan pemberontak. Pasukan Yunani dan Turki juga ikut terlibat dalam baku tembak ini.

Pasukan keamanan Afghanistan menyatakan telah menangkap dua pembom bunuh diri sebelum mereka melaksanakan ''tugasnya'', demikian pernyataan Isaf.