Israel-militan Palestina sepakat gencatan senjata

Warga sipil Palestina berlindung sebelum Israel dan militan Palestina melakukan gencatan senjata.

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Warga sipil Palestina berlindung sebelum Israel dan militan Palestina melakukan gencatan senjata.

Israel dan militan Palestina sepakat melakukan gencatan senjata di Gaza setelah mereka terlibat bentrokan bersenjata mematikan dalam sepekan ini, demikian keterangan pejabat Mesir.

Pejabat tersebut mengatakan, gencatan senjata yang difasilitasi Mesir mulai berlaku 01:00 waktu setempat.

Sejauh ini belum ada komentar Israel dan militan Palestina terhadap informasi adanya gencatan senjata.

Sejumlah laporan menyebutkan, sedikitnya 25 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel sejak hari Jumat, sementara Israel mengatakan 35 orang mengalami terluka akibat serangan roket Palestina.

Kekerasan di lintas perbatasan ini dipicu oleh serangan udara Israel pada Jumat yang menewaskan Zohair al-Qaisi, Sekretaris Jenderal Komite Perlawanan Rakyat, PRC, dan Israel menuduhnya sebagai perencana serangan besar atas Israel.

Menahan diri

Militan Palestina di Gaza langsung membalasnya dengan serangan roket yang diarahkan ke kawasan pemukiman di Israel selatan.

Sebagian besar mereka yang tewas di Gaza adalah anggota kelompok militan, tetapi beberapa warga sipil juga tewas, menurut sumber tim medis Palestina.

Amerika Serikat mengecam serangan roket dari Gaza sebagai 'tindakan pengecut' sementara Liga Arab mengatakan serangan udara Israel sebagai 'aksi pembunuhan massal'.

Sementara, Sekjen PBB Ban Ki-moon memprihatinkan serangan roket terhadap warga sipil Israel yang disebutnmya sebagai "tidak dapat diterima" dan mendesak Israel untuk "menahan diri sepenuhnya".

Jihad Islam dan PRC -- dan bukan organisasi Hamas -- sudah mengaku bertanggung jawab atas serangan roket sepanjang akhir pekan.

Peningkatan kekerasan menimbulkan kekhawatiran di negara-negara Barat yang berupaya untuk menghidupkan kembali perundingan damai Palestina-Israel.