AS tekan Cina soal perdagangan dan hak asasi manusia

Sumber gambar, BBC World Service
Presiden AS Barack Obama menekan Cina terkait perdagangan dan hak asasi manusia, saat wakil presiden Cina datang ke Gedung Putih.
Dalam pertemuan di Ruang Oval itu Obama juga mengatakan pentingnya bagi Washington untuk menjaga hubungan yang kuat dengan Beijing.
Sementara Xi mengharapkan kunjungannya ini bisa memperkuat pemahaman bersama dan pertemanan diantara dua kekuatan dunia.
Meski demikian, Washington dipercaya tengah mempelajari gaya kepemimpinan calon presiden Cina tersebut.
Xi Jinping, 58, diyakini sebagai pengganti Presiden Hu Jintao, yang harus pensiun sebagai ketua Partai Komunis akhir tahun ini dan dari kepresidenan tahun 2013.
Isu kritis
Kunjungan Xi Jinping ini dianggap penting bagi AS guna menekan Cina terkait dengan hubungan perdagangan diantara kedua negara.
Washington selama ini menekan Beijing terkait dengan apa yang disebut AS sebagai praktik perdagangan yang tidak adil, termasuk juga dengan tuduhan menggantung nilai tukar Yuan dan pencurian hak atas kekayaan intelektual.
''Kami ingin bekerja dengan Cina untuk menjamin bahwa semua orang bekerja dengan aturan yang sama terkait dengan sistem ekonomi dunia,'' kata Obama saat keterangan pers bersama Xi Jinping.
"Hal itu termasuk menjamin bahwa ada alur perdagangan yang seimbang bukan hanya antara Amerika Serikat dan Cina tetapi juga seluruh dunia,'' tambah Obama.
Kunjungan Xi juga diwarnai dengan aksi demonstrasi menentang kebijakan Beijing di Tibet. Aktivis hak asasi manusia menggelar aksi protes di luar Gedung Putih saat wakil presiden Cina tiba.
Terkait masalah hak asasi manusia ini Obama mengatakan: ''Untuk isu kritis seperti hak asasi manusia kami akan melanjutkan untuk memperhatikan atas apa yang kami yakini sebagai hal yang penting untuk mengakui hak dan aspirasi semua orang.''
Saat jamuan makan siang Xi memberikan tanggapan soal isu hak asasi manusia dengan mengatakan telah ada pencapaian yang ''hebat'' dari Cina dalam 30 tahun terakhir, seraya menambahkan ''tentu saja selalu ada ruang untuk perbaikan''.
Dia juga memuji kerja sama ekonomi dengan AS, dengan menyebut setiap masalah harus dipecahkan melalui dialog, ''bukan proteksionisme''.
Kedua pemimpin negara juga membicarakan masalah luar negeri, termasuk soal Suriah dan Iran.
Wapres Xi kemudian bertemu dengan Wapres AS Joe Biden dan Menlu Hillary Clinton serta mengunjungi Menhan AS Leon Panetta.
Dalam kunjungan ke Pentagon Menhan Panetta dan Wapres Xi hanya memberi keterangan singkat, dan keduanya tidak menerima pertanyaan dari wartawan termasuk tentang veto Cina dalam resolusi PBB untuk Suriah.
Xi dijadwalkan untuk melanjutkan kunjungan ke Irlandia dan Turki.









